Mentorship Time UPH Festival selalu menjadi spesial bagi para mahasiswa baru, karena di momen ini mereka dapat mengenal satu sama lain, terutama dengan mentornya. Membangun kehangatan antara mentor dengan mentee, juga antara sesama mentee atau para mahasiswa yang terkumpul dalam satu kelompok. Mentorship Time berlangsung pada hari pertama UPH Festival 2019, 14 Agustus 2019. Momen kebersamaan ini diharapakan mampu jadi berkat dan kasih karunia yang dapat dirasakan baik para mentee juga mentor.

Tentunya tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat relasi mentor dan mentee di mana para mentee dapat bertanya seputar perkuliahan kepada mentor. Dan tentunya program mentorship ini tidak berhenti di UPH Festival tapi akan terbangun terus relasi mentor-mentee hingga ke depannya, dan berdampak bagi kehidupan mereka.

Salah satu dampak yang telah dirasakan mentor, diungkapkan Calvin Jonathan, mentor dari program studi manajemen UPH.

<!--[if gte vml 1]> <![endif]-->

“Mentorship ini berguna dalam menumbuhkan orang lain dan diri sendiri di mana setiap kita bisa menjadi saluran berkat Tuhan. Sejauh ini banyak tantangan yang dihadapi, seperti mencari cara untuk bisa menyempatkan diri berkumpul bersama para mentee. Di awali dari tidak mengenal satu sama lain hingg akhirnya senang bisa menjalin kebersamaap dan membangun relasi yang baik.” Ungkap Calvin.

Calvin sendiri berharap bisa menjadi role model buat mereka melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Tidak hanya Calvin sebagai mentor, para menteenya juga bisa merasakan manfaat dan terbantu melalui program mentorship ini, terutama di waktu-waktu awal berkuliah seperti saat ini. Seperti yang dirasa Fatur Tebe dari program studi Manajemen.

“Dari program ini kita mendapat banyak teman-teman baru, bisa menjalin kerja sama dan terbantu dalam explore kampus ini bersama,” ungkap Fatur.

<!--[if gte vml 1]> <![endif]-->

Fatur menambahkan, bahwa melalui program ini ia dapat dilatih menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan membawa dampak baik bagi Indonesia. Hal ini merupakan pesan yang ia dapat juga dari mentornya, Calvin.

Selain relasi, program mentorship juga diharapkan menjadi sarana pendewasaan diri mahasiswa baik mentor maupun menteenya. Bagaimana satu sama lain dapat membantu dan bertumbuh bersama. Charista Lidya, mentor dari Fakultas Kedokteran UPH. Charista menyatakan bahwa melalui pelatihan mentor, ia berlatih untuk terlebih dulu mendisiplinkan diri sendiri, sebelum mendisiplinkan orang lain, dan belajar untuk tetap bisa menyatakan kasih di dalamnya.

<!--[if gte vml 1]> <![endif]-->

“Saya berusaha membantu mereka tidak hanya berhenti sampai UPH Festival berakhir, namun saya akan membantu mereka selama satu tahun ke depan dan seterusnya. Untuk itu, saya harus bisa menjadi teman sekaligus pembimbing. Ini membutuhkan kasih, tanggung jawab, dan komitmen. Saya sendiri berkomitmen tidak hanya rajin dan semangat di awal saja, tapi sampai ke depannya bisa tetap seperti itu.” Lanjut Charista.

<!--[if gte vml 1]> <![endif]-->

Selain itu, Jessica Victoria, mahasiswa baru Fakultas kedokteran UPH juga turut mengungkap bahwa ia terlatih untuk lebih terbuka terhadap orang lain dan ini membantunya dalam proses pertemanan.

Secara keseluruhan, mentor dan mentee dalam kegiatan ini merasakan manfaat yang berbeda-beda bagi diri mereka dalam berelasi. Sesuai dengan tema festival UPH 2019 “Grace Upon Grace” UPH menyediakan program ini dengan harapan mahasiswa bisa melihat kebersamaan sebagai sebuah kasih karunia bagi setiap mereka. (nt)