“Hal berharga yang saya dapatkan selama kuliah di UPH adalah nilai yang ditanamkan UPH terhadap saya sehingga iman saya bertumbuh. Dari situ saya berpikir bahwa dalam hidup kita harus selalu berpegang kepada Tuhan baik disaat senang maupun dalam menghadapi kesulitan. Selain itu, bahasa pemrograman dasar yang saya pelajari di UPH juga turut membantu karir saya saat ini”, ungkap Robby Johanes, alumni Program Studi Sistem Informasi, 1995, Universitas Pelita Harapan (UPH).

Saat ditemui di Kampus UPH Lippo Village, pada 16 Agustus 2019, saat ini Robby, biasa di dipanggil, tengah mendalami karirnya sebagai Geneticist. Rasa ketertarikannya terhadap analisa genetika ini berangkat dari rasa keingintahuannya dan penelitian yang dilakukan oleh para dosennya tentang analisa genetika.

Robby menyampaikan, “Dulu para dosen saya sering melakukan penelitian terhadap genetika, tetapi kecenderungan mereka memperlakukan genetika tersebut hanya sebagai angka saja, konteksnya kurang. Maka dari itu, saya tertarik untuk langsung belajar otodidak”.

Geneticist sendiri merupakan seorang ahli yang menganalisis gen, termasuk cara mereka diwarisi, bermutasi, diaktifkan, atau tidak aktif. Mereka sering mempelajari peran gen dalam penyakit dan kesehatan.

“Saya sendiri lebih mengarah kepada analisa gen secara numerik atau biasa disebut sebagai quantitative geneticist. Jadi, prosesnya adalah ketika mendapat permasalahan, langsung saya formulasikan masalah tersebut dengan rumus-rumus matematika atau statistika. Kemudian, saya akan pecahkan dengan pemograman di komputer, yaitu high performance computing. Nah, dari situ akan diterjermahkan makna dibalik angkanya dan bisa langsung didesain sesuai dengan gennya agar dapat memulihkan penyakit”, jelas Robby.

Robby juga menambahkan dalam analisa genetika melalui berbagai macam proses. Dimulai dengan menyesuaikan antar gen, lalu ke tahapan percobaan terhadap tikus dan eksperimen terhadap sel, kemudian masuk ke dalam proses clinical research yang diawali dengan memastikan keamanan dari desain gen, menentukan dosis, dan efektivitas.

Melalui karirnya saat ini, Robby berharap agar dia dapat mendesain obat baru bagi masyarakat, khususnya bagi orang-orang yang defisiensi terhadap gen. (na)