Kesempatan untuk terjun langsung ke dunia profesional, kini dapat dinikmati oleh mahasiswa UPH. Selain merasakan dunia profesional, mahasiswa juga tetap dapat menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa.  Bahkan, mahasiswa tidak hanya sekedar mencari pengalaman, tetapi juga mendapatkan apresiasi layaknya seorang profesional. Dengan tujuan memperkaya wawasan dan pengalaman mahasiswa, program Co-Operative Education (Co-Op) hadir untuk membantu mahasiswa agar siap beradaptasi dan menghadapi dunia profesional sejak dini. Hal tersebut disampaikan oleh Kie Van Ivanky Saputra, Ph.D dalam seminar yang digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) bekerja sama dengan READI Project (Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia) pada 28 Agustus, di kampus UPH Lippo Village.

Seminar ini dibuka dengan sambutan dari Readi Field Project Director – William Duggan. Dalam sambutannya, dia menyampaikan bahwa program Co-Op ini memiliki banyak manfaat tidak hanya bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika saja, tetapi juga terbuka untuk Prodi lainnya, khususnya Prodi Bioteknologi dan Teknik Industri. Kemudian, diikuti dengan seminar yang dibawakan oleh para pembicara antara lain; Kie Van Ivanky Saputra Ph.D, Ronald Sajuti AAI-K, FSAI, Felix Lo, ST, AAAIK, ANZIIF (Assoc) CIP, dan Tagor Uktolseja, ST, AAIK, CRGP, FSAI.

Program Co-Op sendiri sudah memiliki kurikulum khusus, antara lain mahasiswa akan mengikuti leadership training dan character building terlebih dahulu agar mahasiswa dapat mengetahui cara membuat resume yang baik dan beretika saat melakukan interview kerja, serta cara menghadapi orang-orang di dunia profesional.

Kie Van Ivanky Saputra juga menambahkan, “Pada program Co-Op ini, mahasiswa akan menjalani 3 term magang agar mahasiswa dapat mencoba profesi yang berbeda, sehingga ketika lulus nanti mahasiswa sudah tahu profesi yang sesuai untuk dirinya”.

Salah satu perusahaan yang telah menerapkan program Co-Op adalah Adira Insurance. Tagor Uktolseja – Actuary and Planning Division Head Adira Insurance menjelaskan bahwa program Co-Op ini merupakan program yang timbal balik antara perusahaan dengan mahasiswa.

“Dengan adanya program Co-Op ini, Adira ingin memberikan nilai dan kontribusi kepada mahasiswa yang mengikuti program ini. Begitu juga dengan mahasiswa yang memberikan kontribusi bagi Adira”, tutur Tagor Uktolseja.

Peluang karir aktuaria di perusahaan asuransi umum juga menjadi topik utama yang dibahas pada seminar ini. Menurut data statistik yang disampaikan oleh Ronald Sajuti, penetrasi asuransi umum di Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

“Pada tahun 2017, penetrasi asuransi di Indonesia menduduki urutan ketiga, yaitu sebesar 2.85%. Angka ini masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya, seperti Singapura dan Thailand. Dengan kecilnya angka penetrasi tersebut, membuat peluang karir di perusahaan asuransi umum masih besar. Asuransi umum juga tidak akan pernah punah karena didalam kehidupan pasti ada risiko, dimana risiko tersebut larinya ke perusahaan asuransi”, ungkap Ronald Sajuti.

Salah satu isu faktual dari sudut pandang asuransi umum proyek MRT DKI Jakarta juga turut dibahas oleh Felix Loc – Underwriting Reinsurance and Property Engineering Department Head PT Asuransi Wahana Tata dalam seminar ini. Dia menjelaskan bahwa proyek asuransi umum MRT ini diawali dengan menganalisis kemungkinan risiko yang dapat terjadi dan menetukan tarif premi dengan menggunakan data 5 tahun terakhir. Harapannya dengan adanya penjelasan ini, mahasiswa memiliki gambaran dan pemahaman mengenai studi kasus konkrit yang terjadi pada MRT.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari Prodi  Matematika, Teknik Industri, dan Bioteknologi serta para orang tua. Dengan adanya seminar ini, diharapkan juga para mahasiswa tertarik dengan industri asuransi umum, khususnya sebagai aktuaris melalui program Co-Op.