Kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dapat dirasakan oleh banyak orang karena adanya digitalisasi. Hingga kini, melalui inovasi teknologi informasi, digitalisasi telah merambah ke berbagai sektor, salah satunya yang paling berkembang pesat adalah sektor bisnis.

Cara implementasi teknologi digital dalam dunia bisnis dibagikan oleh dua perusahaan startup IT yang berhasil di Indonesia,  MOKA dan Qwords, dalam talk show bertajuk “Maximize Business Value Through Digital Inovation”, pada 24 September 2019, di UPH Kampus Lippo Village.

Talkshow yang digelar mahasiswa School of Information System and Technology (SISTECH) Universitas Pelita Harapan (UPH) ini diselenggarakan dalam rangkaian acara Falcon Project 9, menghadirkan Emeraldo Faris Alifar – Growth Marketing Manager at Moka, dan Andi Triadi – Product Manager at Qwords Cloud Web Hosting Indonesia untuk membagikan pengalaman dan memotivasi sejumlah siswa SMA, serta mahasiswa UPH yang memiliki minat pada dunia digital.

Emeraldo Faris Alifar memaparkan bahwa inovasi digital merupakan fase yang paling penting dalam melakukan kegiatan bisnis, terutama start up, karena diperlukan suatu terobosan terbaru yang dapat memudahkan dan menyelesaikan masalah masyarakat.

“Sebelum adanya teknologi POS, toko-toko biasanya menggunakan cash register yang mengharuskan business owner untuk datang setiap hari agar mengetahui jumlah sales, atau produk apa yang paling laku. Berangkat dari permasalahan itu, Moka  berinovasi dengan menggunakan teknologi POS untuk menciptakan cash register yang dapat memudahkan business owner, “ tutur Emeraldo.

Selain melakukan inovasi, Andi Triadi menambahkan bahwa pelaku bisnis juga harus senantiasa mempertahankan bahkan memaksimalkan business value melalui teknologi digital.

“Sebagai pelaku bisnis, kita harus terus belajar karena teknologi selalu berubah dengan cepat, jangan ragu untuk menerapkan teknologi baru, dan harus bisa mandiri. Seperti Qwords yang berani melakukan eksperimen dalam berinovasi, walaupun mengalami kegagalan, tetapi pasti ada saja yang dapat kita jadikan pembelajaran,” tegas Andi.

Tidak lupa, Emeraldo juga memberikan semangat kepada para peserta untuk terus menumbuhkan rasa keingintahuan (curiosity) terhadap suatu hal yang baru, “Terus lah selalu merasa ingin tahu akan segala hal, dan jangan cepat puas agar dapat terus belajar. Apalagi kalian masih sekolah dan kuliah, jadi sering-sering lah untuk melakukan eksperimen, serta jangan takut gagal”, seru Emeraldo.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Andi terhadap para peserta. Melengkapi Emeraldo, Andi menyampaikan bahwa para peserta, khususnya mahasiswa dianjurkan untuk terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi.

Selain mendapatkan inspirasi dari para profesional bisnis digital, para siswa dan mahasiswa UPH yang berminat pada IT dapat mengikuti acara lainnya seperti, kompetisi, exhibition dan awarding night yang berlangsung pada 27 September 2019. (na)