Pendidikan psikologi identik dengan urusan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini didukung dengan adanya berbagai ilmu untuk mengenali kepribadian manusia, mengevaluasi, hingga mengembangkan SDM. Namun, agi Chrystian Reynaldo M. Pohan, alumni Psikologi UPH 2008, pengalaman pertama bergabung di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan pengalaman yang luar biasa. Tugas utama yang harus dijalankan Chrys, sebagai Human Capital Division Head di Perum DAMRI (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia),  membantu membenahi sistem dan budaya Sumber Daya Manusia-nya.

“Saya harus belajar banyak hal dari segi Pengetahuan dalam Governance, Skill yang perlu dikembangkan dalam memimpin dan bertanggungjawab terhadap keilmuan saya, serta Perilaku santun dan sopan yang perlu diperdalam”, ungkap Chrys.

Ia mengaku harus dimulai dari hal-hal kecil, contoh sederhana, menurut Chrys, yang baik dan perlu dibudayakan yaitu saat bertemu orang harus membiasakan diri untuk tersenyum, dan berjabat tangan, atau saat sedang berbicara di depan perlu terbiasa pengucapan “Mohon izin, dst”.

Bekerja di BUMN selain merupakan pengalaman yang luar biasa, tentu ada tantangan tersendiri yang Chrys hadapi yaitu beradaptasi dengan pekerjaan yang diberikan dan berkomunikasi dengan orang internal/eksternal secara benar.

“Cara mengatasinya adalah saya banyak berkonsultasi dengan orang-orang yang saya anggap sebagai mentor, dan keluarga serta orangtua saya untuk mendapatkan banyak sudut pandang dan pemahaman tentang tantangan yang saya hadapi”, ungkap Chrystian.

Selain bertanya dengan rekan-rekan senior, Chrys juga banyak mendapatkan masukan dari komunitas yang diikutinya. Salahnya satunya yang dia aktif bergabung  “Kingdom Business Community”. Komunitas dimana orang-orang muda yang terlibat di marketplace, saling menguatkan dan saling berbagai untuk hidup benar dalam dunia bisnis. Chrystian aktif sebagai pengurus, dan juga anggota aktif.

Namun, pengalaman saat kuliah Melalui kesempatan berkuliah di UPH, diakui menjadi tempat ia belajar banyak soft skill yang diperlukan dalam menjalankan kariernya. Pengalaman organisasi kemahasiswaan, sosial, dan organisasi kerohanian.

 “UPH telah menanamkan ke dalam diri saya untuk tetap berpegang teguh terhadap kehidupan Kristen yang ber-Akar, ber-Tumbuh, dan ber-Buah dalam dunia Bisnis/Marketplace”, tutup Chrystian.