"Pembentukan value pribadi selama di UPH menjadi hal yang sangat penting dan sesuatu yang jarang bisa didapatkan dari tempat-tempat lainnya. Keberhasilan saya saat ini banyak dipengaruhi oleh berbagai pelajaran yang saya hadapi selama kuliah. UPH sangat berperan besar dalam pembentukan karakter dan mental saya," seru Timothy Inkiriwang, alumni Fakultas Hukum UPH (2002), dalam acara Alumni Sharing pada 16 Agustus 2019, Kampus UPH Lippo Village.

Pria yang akrab disapa Timothy ini juga aktif bergabung dalam Eagles UPH sebagai student athlete. Dia mengakui bahwa dosen, staf, maupun personil lainnya yang melayani di UPH banyak membekas dalam dirinya. Salah satu sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan ini adalah pelatih basket Stephen Metcalfe, yang hingga sekarang masih setia melayani di UPH sebagai Direktur dari UPH Sports and Wellness Center serta pelatih tim basket UPH Eagles.

Pelatihnya selalu mengingatkannya untuk do everything in excellence. “Mengerjakan segala sesuatu itu fokusnya bukan untuk dapat uang atau benefit lainnya, melainkan kita bekerja karena memang pekerjaan itu sudah merupakan tanggung jawab kita. Kita harus menyelesaikan apapun yang kita lakukan dengan hasil dan kualitas yang terbaik,” katanya.

Prinsip inilah yang dia pegang hingga sekarang, dan menurutnya, klien dan rekan-rekan kerja dapat melihat perbedaan antara orang yang mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan orang lain yang hanya mengerjakan tugas-tugas karena tujuan yang tidak murni, misalnya karena uang.

“Kita punya higher calling, higher purpose. Uang itu akan datang sendiri kalau kita melakukan hal yang kita suka. Jangan kita yang mengejar uang,” jelasnya.

Dosen pembimbingnya saat berkuliah di Fakultas Hukum UPH juga mengajarkan Timothy value penting, yaitu bagaimana cara mengatur prioritas. Sebagai student athlete, Timothy sempat hampir menunda kelulusannya selama satu tahun agar dapat ikut membela tim UPH di Libamanas (Liga Basket Mahasiswa Nasional) pada tahun berikutnya. Namun, dosen pembimbingnya mendorong dan mengarahkan Timothy untuk menentukan mana prioritas yang harus ia capai. Dengan arahan dosennya, Timothy akhirnya memilih lulus tepat waktu sebagai prioritas. Pengalaman ini diakui Timothy mampu mengajarkan pentingnya menentukan prioritas yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupannya.

Dengan pengalaman ini, Timothy berharap kepada seluruh mahasiswa baru yang hadir untuk mampu menikmati masa perkuliahan sambil tetap mengutamakan tugasnya yaitu belajar dan mengatur prioritas dengan baik.

Tidak hanya itu, secara khusus Timothy juga membahas tren mahasiswa saat ini yang cenderung ingin membuka usaha sendiri ketika berkuliah, dan banyak mahasiswa yang akhirnya memilih untuk fokus berbisnis ketimbang menyelesaikan perkuliahan. Menurut pandangannya, mahasiswa sebaiknya menyelesaikan proses perkuliahan karena proses perkuliahan dapat melatih mental tahan banting. Juga, menurut Timothy, sebelum memiliki bisnis atau perusahaan sendiri akan lebih baik ketika dibekali dengan pengalaman bekerja terlebih dulu sebelum mantap membuka usaha.

“Saya punya prinsip begini: In order to be a leader, you first should be a follower. Jika kita sudah pernah tahu rasanya mengikuti pimpinan orang lain, barulah kita punya pengertian yang baik dan mental yang kuat, dan kita bisa memimpin orang lain,” jelasnya.

Lulusan-lulusan UPH yang berhasil dalam bidangnya serta memiliki karakter yang baik seperti Timothy sangat bergantung pada kualitas dan kontribusi para pendidiknya. Cerita Timothy membuktikan bahwa tenaga pengajar serta pendidik lainnya di UPH tidak hanya membekali para mahasiswa sebatas di dalam kelas, namun juga di luar kelas – bahkan hingga mempengaruhi nilai-nilai hidup yang dipegang para lulusan sekarang. Setelah 25 tahun berdiri, UPH berkomitmen untuk terus berkembang menjadi universitas yang berkualitas dilihat dari segi akademik maupun non akademik. Alumni-alumni yang datang setelah lama lulus dan bercerita tentang bagaimana UPH mengubah hidup mereka menjadi bukti nyata akan kontribusi UPH terhadap insan-insan penerus bangsa.