Bagi mereka yang bekerja full time, fleksibilitas menjadi kebutuhan utama untuk bisa menjalani program studi. Karena bagi beberapa orang, telah aktif menjalani karier profesional tidak menjadi alasan untuk mengurungkan niat berkuliah. Hal ini diakui oleh mahasiswa Program Pendidikan Jarak Jauh Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (PJJ Ilkom UPH), dalam kesempatan Focus Group Discussion (FGD) antara pimpinan Student Consultant UPH dengan sembilan perwakilan mahasiswa PJJ Ilkom UPH,  usai menjalani Ujian Akhir Semester di kampus UPH, Lippo Karawaci, pada 7 Maret 2020.

Mahasiswa PJJ Ilkom ternyata datang dari beragam latar belakang pekerjaan seperti artis, presenter TV, pilot, pramugari, entrepreneur, dan sebagainya.  Setiap dari mereka memiliki kriterianya masing-masing dalam menentukan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka

Review dan rekomendasi, menjadi alasan Mawar Eva de Jongh, mahasiswa PJJ Ilkom 2019 yang berprofesi sebagai artis film dan penyanyi.

“Bagi saya pendidikan itu sangat penting dan dibutuhkan dalam berkarier. Saya sendiri memilih UPH setelah melihat review dan rekomendasi di Google. UPH satu-satunya kampus di Jakarta yang memiliki program studi (prodi) Ilmu Komunikasi dengan sistem online learning. Ilkom menjadi pilihan saya karena ini relate dengan pekerjaan saya. Dan PJJ Ilkom UPH bisa membantu saya untuk tetap belajar dalam jam kerja yang tidak menentu,” papar Mawar yang kini tengah sibuk mempromosikan film layar lebar terbarunya ‘Teman Tapi Menikah 2’ dan lagu terbarunya ‘Sedang Sayang-sayangnya’.

Sebagaimana sistem belajar online, tentunya harus didukung dengan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dan standar kurikulum yang setara dengan kelas tatap muka. Seluruh materi perkuliahan dipersiapkan dengan baik dan dapat diakses dengan mudah. Hal ini diakui menjadi kelebihan PJJ Ilkom UPH bagi Dita Fakhrana Utami, Mahasiswa PJJ Ilkom 2018, artis sekaligus Presenter TV.

“Dengan jam kerja yang padat, Dita selalu membawa laptop kemana pun untuk mengerjakan tugas kuliah agar tidak tertinggal. Namun sistem PJJ Ilkom yang mudah digunakan, ini sangat membantu. Website yang mudah diakses, moodle yang jelas dan mudah dioperasikan, materi online baik video maupun materi tertulis juga jelas. Gak ribet. Apa lagi didukung dengan dosen yang kompeten, care, dan sangat komunikatif dalam membantu kita,” cerita Dita.

Tidak hanya Dita dan Mawar, para mahasiswa yang hadir di FGD ini juga sepakat gaya pengajaran dosen dan tutor yang responsif dan komunikatif sangat membantu, serta kemudahan sistem menjadi poin penting bagi PJJ Ilkom UPH. Namun tentunya kemudahan sistem tidak menjadikan kualitas PJJ Ilkom di bawah standard. Hal ini diakui Marsha Risdasari, presenter, penyanyi, dan pemain sinetron sekaligus mahasiswa PJJ Ilkom Angkatan 2017.

“Sistem PJJ Ilkom sangat fleksibel dari sisi waktu dan memiliki sistem moodle yang tidak rumit. Materi perkuliahan di PJJ Ilkom sendiri juga berbobot, tugas yang diberikan juga beragam, di tambah lagi sistem Turnitin untuk memastikan originalitas tugas paper. Bagi saya ini adalah kelebihan PJJ UPH karena hal ini menunjukkan kualitas kita sebagai mahasiswa PJJ tidak berbeda dengan kelas regular. Bahkan saya bangga ketika hasil tulisan saya lulus dari sistem Turnitin,” cerita Marsha.

PJJ Ilkom UPH sendiri berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan guna memenuhi kebutuhan pendidikan berkualitas guna menunjang para mahasiswanya yang memang sudah berkarier secara professional. Menurut Stella Stefany, S.Sos., M.I.Kom., terkait kebijakan kampus merdeka tersebut tentunya PJJ Ilkom UPH juga akan melakukan peninjauan ulang kurikulum. Hal ini dilakukan agar kurikulum UPH selalu menyesuaikan dengan tren atau kebijakan baru. Tidak hanya itu, sebagai upaya peningkatan, Stella juga menyatakan bahwa PJJ Ilkom akan selalu memperluaskan kolaborasi dengan industri, pengadaan smart class-room, virtual class-room, dan lainnya.