Jakarta, 30 Maret 2020 – Dampak pandemi COVID-19, dunia hiburan tidak kekurangan kreatiftas dan inovasinya, agar tetap eksis dan menghibur penggemarnya. Bahkan menjadi lebih produktif lagi. Untuk sementara, mereka memindahkan semua panggung hiburan, event, dan selebrasi ke medium online. “Secara global, trennya semua pindah ke online,” ujar Andhika Soetalaksana, Vice President Sales dan Partnership KiosTix, di Jakarta (30/3). 

Sudah ada banyak contoh sukses konser via online. Seperti Band Navicula sukses menggelar konser streaming melalui Youtube. Kemudian Eva Celia dan Randy Pandugo yang menggelar konser streaming pekan lalu, juga sukses diakses banyak penggemar. Musisi muda Danilla Riyadi juga telah menggelar konser streaming bersama band-nya, yang banyak diakses para penggemarnya. Bahkan Najwa Shihab yang menggelar talk show secara streaming berhasil mengumpulkan dana charity Rp 1,5 miliar melalui platform show by online ini. 

Untuk musisi dunia, Chris Martin, vokalis Coldplay, telah menggelar konser streaming di rumahnya sambil menjalani self-quarantine, dan disiarkan melalui instagram. Aksi Chris Martin itu, menginspirasi musisi John Legend menggelar konser serupa, dengan bermain piano dan menyanyikan hits-nya Everybody Knows ditemani sang istri artis Chrissy Teigen. Selain itu, Charlie Puth kembali melakukan konser bertajuk #Divebartour dari rumah didukung oleh Bud Light, hari ini. 

Setiap musisi, baik yang tenar maupun indie kini juga bisa memanfaatkan situs Soundcloud yang pada akhir Maret 2020 ini, telah mengumumkan kini menjalin kolaborasi dengan situs Twitch, untuk memfasilitasi konser live streaming, dan mengeruk penghasilan di kala pandemi. Banyak kelebihan konser via Twitch ini. Misalnya grup hardcore, Code Orange, yang menggelar konser via Twitch 14 Maret lalu, ditonton 13.000 orang secara online. Karena Twitch sebagian besar pengaksesnya merupakan pengguna berbayar, sehingga royalti yang didapat lumayan besar. Apalagi Twitch menganut pembagian royalti yang adil. 

“Kami di KiosTix saat ini juga telah menyediakan platform penjualan tiket live streaming untuk konser musik maupun event online lain,” ujar Andhika Soetalaksana (30/3). Beberapa event telah dilakukan online, dan terbukti penjualan tiketnya cukup bagus. “Sebenarnya ini diferensiasi pasar saja, karena sebelum pandemi, sebenarnya juga sudah banyak event yang diselenggarakan online dan tiket manajemennya melalui kami. Tetapi kini, trend seperti itu semakin banyak dilakukan,” tambah Andhika Soetalaksana. Tidak hanya konser musik, show by online juga bisa dilakukan untuk berbagai kegiatan lain seperti seminar, olahraga virtual, kuliah, pameran, dan berbagai varian kegiatan industri event organiser lain. 

Menurut Andhika Soetalaksana, kecenderungan global pemasukan terbesar para musisi dalam 10 tahun terakhir ini, sebagian besar didapat dari konser dan penjualan merchandise resmi. KiosTix mencoba memberikan solusi ini dengan menawarkan platform penjualan tiket live streaming dan juga penjualan merchandise online melalui startup Fangir dan KiosMusic. 

#Saveevent 
Banyak event terpaksa melakukan penjadwalan ulang akibat pandemi COVID-19. Situasi ini, menjadi tantangan bagi para pelaku bisnis event organizer. Karena setiap event yang telah direncanakan, pasti sejak awal telah mengeluarkan banyak biaya produksi, seperti untuk booking tempat, booking artist, booking peralatan, dan biaya promosi. Sehingga, penjadwalan ulang event menimbulkan efek berantai yang bertalian ke berbagai sektor. Ini menimbulkan keprihatinan yang meluas bagi para pelaku industri event di seluruh dunia. 

Untuk mengatasi ini, dalam kerangka kemanusiaan solidaritas global terhadap nasib industri event. Pada pekan lalu, kalangan industri event merilis tagar #Saveevent di media sosial. Yang menghimbau seluruh konsumen event yang telah memesan tiket, dan juga seluruh pelaku rantai industri event, untuk berkenan menunda dulu permintaan pembayaran tiket refund, demi menyelamatkan industri event dan seluruh sumberdaya yang ada di dalamnya. 

Karena ini merupakan gerakan global di masa pandemi ini, #Saveevent telah diketahui dan menjadi kesadaran global masyarakat dalam memahami situasi pandemi. Banyak konser ditunda di seluruh dunia di kala pendami ini. 

Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada lebih 10.000 event yang ditunda di bulan Maret-April 2020. Beberapa merupakan konser musik internasional, yang mendatangkan artis-artis internasional. “Yang paling sulit buat teman-teman EO untuk wedding ceremony, karena kan sifat acaranya sulit dilakukan penundaan. Tetapi situasi yang meminta untuk penundaan,” tambah Andhika Soetalaksana. 

Demikian juga untuk event-event olahraga. Banyak event olahraga yang direncanakan akan dilakukan di musim kemarau ini (April – Oktober) terpaksa melakukan penjadwalan ulang. Seperti event lari, sepeda, renang, tennis, dan lain-lain. Padahal, rata-rata konsumen tiket event olahraga, selain telah membeli tiketnya, juga telah menyiapkan diri dalam berbagai latihan berat berbulan-bulan. Mereka juga diminta untuk bisa memahami situasi.

Seminar Online 
Selain melansir menyediakan platform penjualan tiket konser musik live streaming dan ikut merilis #Saveevent untuk penjadwalan refund tiket konser, KiosTix juga telah memindahkan sejumlah event-event seminarnya ke dalam platform online. Ada banyak seminar, pelatihan, dan short course ketrampilan yang penjualan tiketnya melalui KiosTix, event-event itu kini juga mengalami penjadwalan ulang, atau pindah medium menjadi seminar online. *