Suntory Garuda Beverage (SGB) dengan bangga mengumumkan bahwa program Mizuiku tahap pertama sampai saat ini telah berhasil meraih pencapaian lebih dari 75 persen dari target.

“Mizuiku - Aku Cinta Air Bersih” adalah program berkelanjutan untuk mempromosikan kesadaran pelestarian air bersih kepada anak-anak agar menjadi agen-agen perubahan dalam usaha pelestarian air bersih. Pada fase pertama di tahun 2019/2020, Mizuiku menargetkan edukasi air bersih untuk 2.500 anak-anak SD berusia antara 10 hingga 11 tahun, dan para guru di lima daerah termasuk Gowa (Sulawesi Selatan), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Tangerang (Banten), Sidoarjo (Jawa Timur) dan DKI Jakarta. Sampai hari ini, program edukasi Mizuiku telah sukses dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada 1.900 anak-anak SD dan guru; total 700 individu di Gowa, 500 di Banjarbaru, 300 di Sidoarjo dan 400 di Tangerang.

Charles Rossi, Chief Executive Officer, SGB mengatakan: “Dengan pencapaian lebih dari 75 persen dari target saat masih di kuartal pertama tahun ini, kami optimis target fase pertama 2019/2020 akan tercapai bahkan kemungkinan besar akan terlampaui. Hal ini membuktikan bahwa sebagai perusahaan terkemuka untuk minuman dalam kemasan, pelestarian air bersih termasuk sumbernya sangat penting bagi kami. Terima kasih atas dukungan dari semua pihak, baik internal maupun eksternal, sehingga kami dapat memperkuat Mizuiku di Indonesia.”

SGB ​​berbagi misi korporasi yang sama dengan perusahaan induknya, Suntory, yaitu: “to Create Harmony with People and Nature” serta semangat pendiri Suntory: "Giving back to Society" sebagai misi besar perusahaan untuk mewariskan segala hal yang baik bagi generasi kita selanjutnya. Bangga menjadi bagian dari Suntory Group, SGB menekankan pentingnya keberlanjutan sumber air bersih bukan saja karena menjadi urat nadi bisnis perusahaan tapi merupakan sumber daya paling berharga untuk mendukung kehidupan manusia.

Modul Mizuiku meliputi pembelajaran yang dilakukan baik di dalam maupun di luar ruangan untuk memberikan siswa kesempatan menjelajahi semua aspek pelestarian air bersih. Pembelajaran dilakukan melalui diskusi interaktif, permainan, lagu dan tarian serta praktek di lapangan yang dirancang agar mereka termotivasi untuk melestarikan air bersih. Modul tersebut dapat dimodifikasi menjadi satu sesi atau beberapa sesi sesuai kebutuhan di lapangan yang sangat variatif.

Menimbang sampah merupakan salah satu masalah utama yang mencemari air bersih, padahal sampah plastik memiliki nilai guna bila dikelola dengan baik, maka Mizuiku mengambil langkah nyata menjaga sumber air tetap bersih dengan juga memberikan edukasi pemilahan sampah plastik kepada 2.000 anak-anak SD, diikuti dengan kegiatan pengumpulan dan daur ulang sampah. Aktivitas ini merupakan perpanjangan tangan dari program Mizuiku dan terkonsentrasi di kota-kota Gowa dan Makassar.

Pada Januari 2020, Mizuiku mengadakan pelatihan bagi hampir 200 guru dari hampir 50 sekolah yang berlokasi di Tangerang. Program pelatihan tersebut membekali para guru dengan pengetahuan lebih mendalam tentang lingkungan dan air bersih, tools baru (video tentang siklus air, pembuatan biopori, dan lain sebagainya) maupun alat peraga (permainan ular tangga, alat demo karakteristik air, dan lain-lain) sehingga para guru dapat menyampaikan pengetahuan tentang lingkungan dan pelestarian air bersih ketika mengajarkan berbagai mata pelajaran kepada para muridnya. 

Dalam beberapa bulan ke depan, jika situasi semakin kondusif, SGB akan melanjutkan dengan menggelar program edukasi Mizuiku bagi anak-anak SD dan guru di beberapa sekolah dasar, terutama di Sidoarjo, Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Selain itu program pelestarian air bersih lainnya seperti akses air bersih dan sanitasi, panen air hujan, biopori, penghijauan, pengelolaan sampah plastik, tetap berjalan secara simultan dilengkapi dengan program edukasi sehingga siklus usaha pelestarian air bersih dari SGB terwujud maksimal dan lengkap.