Wabah Coronavirus (COVID-19) telah menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia, memberi dampak pada bisnis-bisnis offline dan profesi yang melibatkan orang lain, terpaksa harus ditunda. Untuk menyiasati pandemi ini, platform pembuatan video pendek global, Likee, meluncurkan kampanye bertemakan Cloud Economy untuk mendorong orang-orang agar beralih melakukan kegiatan daring atau online agar mereka dapat melanjutkan profesinya masing-masing melalui berbagai kegiatan online dengan empat tema utama antara lain, Cloud Education, Cloud Medical, Cloud Food, dan Cloud Concert. 

Kampanye yang bertema Cloud Economy ini ditujukan sebagai wadah bagi orang-orang untuk menemukan peluang baru bagi profesi mereka, yang dapat dilakukan secara online melalui pertunjukan live. Orang-orang dapat mendaftar menjadi host resmi dalam acara siaran langsung atau live broadcast di Likee untuk mendapatkan insentif. Langkah ini juga dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan social distancing dan membatasi kegiatan di luar rumah sehari-hari serta kontak jarak dekat dengan banyak orang. Hal ini agar  orang-orang dapat tetap produktif melalui kegiatan digital dengan berbagai tema yang bermanfaat dan informatif selama melakukan self-quarantine di rumah masing-masing untuk memerangi virus ini. 

“Di kondisi yang tidak stabil ini, banyak bisnis offline dan profesi-profesi yang terkena dampak dari wabah ini, dari situ kami menemukan peluang untuk meluncurkan kampanye bertema Cloud Economy di mana kami mendorong para profesional untuk beralih ke aktivitas online sebagai upaya untuk meminimalisir dampak dari wabah ini. Kampanye ini juga untuk mengikuti kebijakan pemerintah terkait langkah pencegahan COVID-19 di Indonesia melalui pelaksanaan social distancing. Dengan melakukan hal ini kami berharap dapat membantu profesi seperti guru, penyanyi, pelatih untuk menemukan peluang baru sehingga dapat melanjutkan profesi mereka melalui kampanye ini di tengah wabah COVID-19,” ujar Erwin, Manager of Creator Operation Likee.

Likee akan memulai kegiatan pertama bertema Cloud Economy dengan meluncurkan Cloud Medical dengan mengadakan klinik kesehatan secara live di Likee dengan mengundang dokter-dokter profesional. Para dokter akan membagikan pengetahuan mereka mengenai kesehatan secara umum dan mendiskusikan bagaimana cara yang baik untuk menjaga kesehatan kita di kondisi saat ini. Klinik kesehatan ini akan berlangsung setiap hari selama satu minggu mulai dari April 2020. 

Likee juga meluncurkan dasbor khusus ‘Lawan Virus Corona’ yang menyediakan data terbaru dan terpercaya terkait pandemi bersumber dari World Health Organization (WHO). Di dalamnya  terdapat data jumlah kasus baru, total kasus, pasien sembuh, dan pasien meninggal. Dasbor juga menampilkan cuplikan berita-berita terbaru terkait pandemi, Dos & Don'ts untuk mencegah COVID-19 dalam format video pendek yang dibuat oleh Likers, dan kumpulan berita hoax tentang COVID-19, sebagai upaya untuk memberantas berita-berita palsu. 

Selain itu, beberapa hari yang lalu, Papinka, sebuah band yang berasal dari Pangkalpinang, Bangka Belitung, telah melakukan sesi live concert di Likee. Band ini dikenal karena lagu-lagunya yang hit seperti ‘Masih Mencintainya’, ‘Aku Masih Cinta’, dan ‘Aku Yang Sayang’. Tidak hanya terkenal di Indonesia, Papinka juga terkenal di Malaysia dan beberapa negara tetangga lainnya. Papinka band yang berada di bawah naungan Ascada Musik melakukan live concert di Likee untuk menemani dan menghibur para penggemar mereka yang sedang berada di rumah dalam rangka mematuhi peraturan social distancing pemerintah. Sebagai platform pembuatan video pendek terkemuka yang dimiliki oleh BIGO Technology, Likee menyediakan ruang untuk pengguna dan artis agar dapat tetap terhubung. Likee juga akan mengadakan live concert untuk kegiatan mendatang, mengundang beberapa musisi Indonesia, sehingga dapat menghibur Likers di rumah mereka masing-masing. 

Dimiliki oleh BIGO Technology, Likee berhasil meraih pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) Likee mencapai lebih dari 100,2 juta orang, meningkat sebesar 413,4 persen dari tahun ke tahun (Menurut Laporan YY Triwulan Ketiga 2019). Didirikan di Singapura pada tahun 2014, BIGO merupakan salah satu perusahaan internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Berfokus pada teknologi seperti Artificial Intelligence, BIGO adalah salah satu perusahaan besar di dunia dalam bidang pengembangan dan penerbitan aplikasi. BIGO memiliki Bigo Live - aplikasi streaming langsung global terkemuka, Likee - platform pembuatan video pendek global, imo - aplikasi komunikasi video global, dan beberapa aplikasi sosial lainnya. 

Tahun 2019, Likee juga menduduki peringkat pertama dalam deretan “Top 10 Breakout Apps”  menurut laporan App Annie’s. Selain itu, Likee mendapatkan posisi keenam sebagai “Top Apps” di 2019 dan ketujuh dalam daftar “Overall Worldwide” di Q4 tahun 2019 menurut Sensor Tower, dan keempat sebagai media sosial yang paling banyak diunduh di dunia di Januari 2020. Tidak hanya itu, menurut laporan JOYY Inc. pada Q4 2019, Likee meningkatkan rata-rata pengguna aktif bulanan di ponsel sebesar 208,3% menjadi 115,3 juta dari 37,4 juta pada periode yang sama di tahun 2018, berkontribusi pada peningkatan rata-rata pengguna aktif global JOYY Inc. di ponsel yang mencapai 485,2 juta, 78,8% di antaranya berasal dari pasar di luar Cina.