Memasukin awal April, Universitas Pelita Harapan sudah melakukan sistem online learning kurang lebih dua minggu sejak Rabu, 18 Maret 2020. Pembelajaran online memang bukan hal asing lagi bagi untuk civitas akademika UPH, beberapa mata kuliah memang sudah menggunakan sistem online sebelum situasi ini terjadi. Perbedaannya, kini online learning dilakukan secara menyeluruh untuk semua kegiatan pembelajaran dan pengajaran, dan di semua prodi. Online learning merupakan solusi dalam menghadapi situasi krisis Covid-19, seperti yang dilakukan hamper semua perguruan tinggi saat ini. Sebagai upaya pencegahan Novel Coronavirus (Covid-19) di lingkungan kampus.

Tentunya, ini memberikan pengalaman baru untuk mahasiswa. Berikut beberapa poin yang terangkum dari pengalaman beberapa mahasiswa UPH melakukan kuliah online selama periode krisis Covid-19.

 

Fleksibilitas

Mahasiswa mengakui bahwa kuliah online ini memberikan fleksibilitas, terutama dari segi waktu. Hal ini didukung dengan pengakuan dari Brayent Vivaldi Filemona, mahasiswa Hubungan Internasional 2019.

“Kuliah online sangat fleksibel dari segi waktu. Lebih efektif dan efisien karena saya tidak perlu ke kampus, cukup membuka laptop di rumah. Saya bahkan bisa menghemat pengeluaran karena tidak perlu membayar biaya parkir dan pengeluaran lainnya yang biasa dibutuhkan untuk pergi-pulang kampus. Tidak hanya itu dengan kuliah online ini kemandirian saya semakin dilatih, bagaimana saya harus bertanggung jawab dengan waktu,” tutur Brayent.

Manfaat dari sisi fleksibilitas juga dirasakan oleh Charlene Octavian, Teknologi Pangan 2016 dan James Pangkiey, Manajemen 2017 yang mengakui kuliah online unggul dari segi efisiensi waktu dan fleksibel, bisa belajar dimana saja dan kapan saja.

 

Kesiapan Kampus Memfasilitasi Sistem Online Learning

Dalam melaksanakan online learning, tentu diperlukan teknologi sistem informasi komunikasi yang siap. Selama melaksanakan online learning, UPH sudah menyiapkan serangkaian sistem pendukung bagi dosen untuk memberikan materi perkuliahan kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat belajar dengan mandiri. Diakui oleh Verlin, Hukum 2017, sistem UPH sangat mendukung mahasiswa agar tetap berkuliah dengan efektif melalui online. Tidak hanya itu Charlene Oktavian juga menambahkan bahwa mhasiswa tetap dapat melakukan presentasi tugas seperti yang dihadiri secara online oleh dosen dan mahasiswa lainnya.

 

Interaktif

Walaupun perkuliahan dilaksanakan menggunakan metode online learning, hal ini tidak mengurangi interaktivitas dan komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Hal ini diakui oleh Septiana, Ilmu Komunikasi 2017. “Ternyata dengan full online learning ini kita tetap bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan dosen bahkan kesannya menjadi lebih seru. Para dosen kami mudah untuk dihubungi oleh mahasiswa,” ungkap Septi.

Pengakuan serupa juga diceritakan James yang merasa dosen di Prodi Manajemen UPH selalu interaktif dan mampu memberikan materi pembelajaran dengan sangat baik dengan penggunaan platform online.

 

Ikut Berperan Menyuarakan kampanye #Dirumahaaja

Dengan meruaknya virus Covid-19 di Indonesia, saat ini media sosial terus dipenuhi dengan tagar #dirumahaja, sebagai respon himbauan dari Presiden Joko Widodo agar masyarakat tetap di rumah. Himbauan untuk tetap dirumah merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 yang mungkin terjadi apabila kita tetap beraktivitas seperti biasa. Hingga saat ini di Instagram sendiri tercatat kurang lebih 2.5 Juta penggunaan tagar #dirumahaja.

Dengan melakukan sistem perkuliahan online, UPH berharap para mahasiswa tetap dapat berkuliah secara aman dan turut serta menjalani himbauan pemerintah. Bagi Verlin dan Dennis Christian, Teknik Elektro (2018), dengan sistem online ini, membuat dirinya lebih aman karena tidak perlu berinteraksi dengan banyak orang.