Angeline Kartika, Mahasiswi Sistem Informasi Universitas Pelita Harapan (SI UPH), 2017 berhasil menjadi juara 1 pada kompetisi The 5th Chong Yue Video Competition 2020, di Taiwan. Menjadi  juara dalam kompetisi  tentunya bukan yang pertama kali diraih mahasiswa SI UPH, namun yang menarik dari  prestasi ini, karena keikut sertaan mahasiswa dalam kompetisi internasional ini merupakan bentuk dari pengganti tugas kuliah yang diberikan dosen di School of Information Science and Technology (SISTech) UPH. Hal ini diungkapkan Dr. Andree Emmanuel Widjaja – Dosen mata kuliah Digital Marketing di Prodi SI UPH, yang mendaftarkan setiap mahasiswa 2017 untuk mengikuti kompetisi ini sebagai pengganti tugas.

 

“Tujuannya untuk memotivasi dan mendorong mahasiswa memperluas pengalaman. Tentu saya sangat bangga dengan semua karya mahasiswa/i yang terlibat, khususnya dengan Angeline yang mampu memenangkan kompetisi tersebut. Selama proses kompetisi ini, saya terus memfasilitasi dan meyakinkan  bahwa mereka lebih dari mampu untuk berkompetisi di kancah internasional,” ungkap Dr. Andree.

Kompetisi berskala internasional tersebut diadakan oleh TOPCO Scientific Co., LTD., Taiwan, yang prosesnya dilakukan secara online pada Agustus-Desember 2020 dan pengumuman pemenang pada 3 Maret 2020. Partisipan sebanyak 50 kelompok, masing-masing beranggotakan 4 orang yang berasal dari beragam negara. Pada kompetisi ini Angel diharuskan bekerja sama dengan ketiga anggota lainnya yaitu Nguyen Thi Ngoc Thuy (Nuti) - Master Student – IMBA National Cheng Kung University,  Kethaya Vanna - Bachelor Degree Students Of IBM Royal University Of Phnom Penh, dan Ren Pheareak- Bachelor Degree Students Of IBM At Royal University Of Phnom Penh.

TOPCO Scientific Co., LTD. sendiri merupakan perusahaan di Taiwan yang bergerak di bidang industri high-tech, yang memberikan layanan berupa equipment system integration and maintenance, serta memproduksi beberapa produk seperti material semi-konduktor, perlengkapan dan material  opto-electronic, material elektronik, dan lainnya.

Melalui kompetisi yang diadakannya, Topco mendorong ide pemanfaatan teknologi digital dalam mempromosikan sebuah brand.

“Dalam Video Competition ini setiap kelompok harus memilih beberapa topik yang telah disediakan, dan kami memilih untuk mempromosikan An Yong Xian Wu 安永鮮物, yaitu salah satu brand healthy food dari TOPCO di Taiwan. Tentunya kompetisi ini memiliki tahapan, mulai dari analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) dari brand tersebut, kemudian tahap kedua berupa video based advertisement, hingga memilih channel media untuk promosi. Dan tim kami memilih menggunakan Instagram. Tahap ketiga, yaitu proposal mengeai ide dari Video, dan terakhir final report dari video promosi. Penilaian dilakukan berdasarkan penilaian juri yang berasal dari TOPCO dan jumlah viewer dari video promosi yang kami share di Youtube.” jelas Angeline.

Angeline mengakui, selama proses kompetisi dia menghadapi beberapa tantangan dalam bekerja sama dengan tim  yang berbeda Negara, mulai dari cara berkomunikasi, budaya, hingga timezone. Namun baginya hal ini menjadi  kesempatan untuk belajar agar mampu bekerja secara efisien dan efektif terlepas dari apa pun situasinya.

“Dalam lomba ini kami harus menganalisis media sosial untuk promosi dan ada beragam istilah-istilah yang berkaitan dengan promosi berbasis teknologi. Bagi saya ini sudah tidak asing lagi, karena di SI UPH kami sudah belajar pemanfaatan teknologi untuk melakukan bisnis,” kata Angel.

Namun Angel mengakui, selain karena bekal  pengetahuan yang sudah diberikan di kelas, dukungan dan motivasi dosen juga sangat penting. Melalui prestasi ini Dr. Andree juga berharap agar kesempatan berkompetisi ini mampu menambah ilmu serta pengalaman yang berarti bagi para mahasiswa di masa depan.