Saat ini dunia sedang mengalami krisis yang disebabkan oleh penyebaran wabah virus corona (COVID-19) yang sangat cepat. Dengan kondisi bisnis dan profesi yang terhambat terutama yang biasanya beroperasi secara offline, segala upaya harus dilakukan untuk menekan angka penyebaran sehingga dapat memulihkan kondisi agar kembali normal. Salah satunya adalah pemerintah Indonesia yang menetapkan kebijakan social distancing atau #DiRumahAja.

Setelah kebijakan tersebut yang direncanakan berlangsung selama 14 hari, namun apa yang membuatnya berlanjut hingga satu bulan atau bahkan hingga waktu yang masih belum dapat ditentukan? Mengapa semakin banyak masyarakat yang dinyatakan positif? Apakah kamu tahu jika kamu memiliki peran dalam hal ini? Hal tersebut tentu berhubungan dengan seberapa disiplin penerapan kebijakan #DiRumahAja di kalangan masyarakat. Simak peribahasa berikut yang bantu jelaskan alasan untuk pentingnya menerapkan kedisiplinan #DiRumahAja:

1. Bagaikan Burung dalam Sangkar

Tak dapat dipungkiri, masih banyak masyarakat yang belum bisa disiplin dan masih beraktivitas di luar terlebih saat kondisinya tidak mendesak. Kegiatan #DiRumahAja adalah usaha membatasi kegiatan di luar rumah serta kontak jarak dekat dengan banyak orang atau menghindari kerumunan. Hal ini tentu membuat masyarakat merasa seperti ‘Burung dalam Sangkar’ yang tidak bebas. Lalu, apa yang membuat kebijakan pemerintah tersebut terjadi dan dianjurkan setidaknya selama 14 hari?

Masa penularan COVID-19 hingga gejala muncul kemungkinan terjadi dalam 2 sampai 14 hari. Dengan kata lain, meskipun kamu merasa fit, kamu belum tentu sehat sampai melewati periode tersebut. Oleh karena itu, #DiRumahAja dapat menekan angka penyebaran virus dari individu satu ke individu yang lain. Meski merasa seperti terkurung, jika kebijakan ini berjalan dengan baik, maka kita akan terbebas dari virus ini, bukan?

2. Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Memerangi COVID-19 adalah tanggung jawab semua orang. Para pejuang di garis terdepan saat ini adalah dokter dan perawat di mana mereka berhadapan langsung dengan para pasien yang berpotensi maupun yang sudah terinfeksi. Perjuangan mereka tampak sangat jelas bahkan tak sedikit dari mereka yang bekerja keras lalu akhirnya gugur. Meskipun tidak seintens para dokter dan perawat, sudah seharusnya masyarakat melakukan bagiannya yaitu dengan berada #DiRumahAja ‘Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga’. Jika masyarakat tidak melakukan bagiannya, maka perjuangan para dokter dan perawat yang sudah memakan nyawa tidak akan bekerja karena pandemi ini akan berhasil jika dilakukan bersama-sama.

3. Jauh di Mata Dekat di Hati

Tentu bukan hal yang mudah untuk berdiam diri saat kamu terbiasa pergi keluar rumah bersama teman dan kerabat dekat, menciptakan hubungan jarak jauh dengan orang terdekat seperti peribahasa ‘Jauh di Mata Dekat di Hati’. Meskipun terpisah oleh jarak, saat ini segala sesuatunya tentu dimudahkan dengan adanya perkembangan teknologi yang membuat berada #DiRumahAja tidak seburuk itu. Kamu tetap bisa terhubung dengan menggunakan aplikasi salah satunya adalah Likee, sebuah platform pembuatan video pendek. Tidak hanya menjadi tempat untuk membuat video pendek dan bersenang-senang, Likee juga menjadi tempat untuk menyebarkan pesan positif yang salah satunya melalui program #DiRumahAja bareng Likee Live.

Likee menghadirkan program bertajuk ‘#DiRumahAja bareng Likee Live’ bertemakan Cloud Economy untuk mendorong orang-orang agar beralih melakukan kegiatan daring atau online agar mereka dapat melanjutkan profesinya masing-masing melalui berbagai kegiatan online dengan empat tema utama antara lain, Cloud Education, Cloud Medical, Cloud Food, dan Cloud Concert. Bersama para influencer, Likee mengimbau pengguna agar tetap terhubung dan produktif saat #DiRumahAja. Para influencer melakukan siaran langsung di Likee di mana para pengguna dapat berbincang tentang pencegahan COVID-19, mengikuti sesi tanya jawab edukatif dan bertukar pikiran tentang kegiatan positif yang dapat dilakukan saat di rumah. Kegiatannya termasuk melatih kemampuan dan melakukan penembangan diri mulai dari bernyanyi, menari, memasak, melukis, membuat video, dan kegiatan lainnya.

“Di kondisi yang tidak stabil ini, banyak pihak yang terkena dampak dari wabah ini, dari situ kami menghadirkan program #DiRumahAja bareng Likee Live untuk mengajak para pengguna tetap #DiRumahAja dalam rangka menekan angka penyebaran COVID-19. Dengan melakukan hal ini, kami berharap dapat membantu masyarakat untuk tetap produktif saat di rumah dan menemukan peluang baru melalui program ini di tengah wabah COVID-19,” ujar Erwin, Manager of Creator Operation Likee.

4. Berakit Rakit ke Hulu, Berenang Renang ke Tepian

Sebesar keinginan kamu untuk kembali dalam keadaan normal, sebesar itu pula pengorbanan yang perlu kamu lakukan karena kamu perlu ‘Berakit Rakit ke Hulu, Berenang Renang ke Tepian’ atau bersakit-sakit dahulu, untuk bersenang-senang kemudian di mana usaha tak akan mengkhianati hasil. Selain #DiRumahAja, ada hal yang lain yang perlu kamu lakukan seperti menjaga kebersihan dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Jika kamu harus pergi keluar rumah, selalu perhatikan kebersihan dengan sering mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, segera mencuci baju yang dipakai keluar rumah, rutin konsumsi vitamin, dan sempatkan diri untuk berolahraga di rumah. 

Keadaan saat ini tentu bukan hal yang diinginkan oleh siapapun. Bagaimanapun juga, semua harus dihadapi sehingga keadaan akan cepat pulih seperti sedia kala. Sudah sewajarnya masalah yang terjadi di masyarakat menjadi tanggung jawab semua pihak yang harus berpartisipasi melakukan bagiannya untuk melawan COVID-19, salah satunya dengan #DiRumahAja.