Munculnya pandemi COVID-19, yang melanda hampir seluruh negara, telah berdampak pada  sejumlah aspek kehidupan, tak terkecuali bidang pendidikan. Hal ini menjadi perhatian para pendidik maupun orang-orang yang berkecimpung di bidang pendidikan untuk dapat mengikuti perubahan di dunia pendidikan pasca pandemi. Belajar dari situasi selama pandemi, para pendidik mau tidak mau dituntut untuk memiliki wawasan pendidikan berbasis teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, kini program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Pelita Harapan (MTP UPH) meluncurkan Hybrid Learning Program

MTP UPH tidak hanya menghasilkan pendidik yang mampu menghadapi era 4.0, tetapi juga menjadikan masyarakat yang terus berkembang atau dikenal dengan sebutan society 5.0, yaitu fokus kehidupan dengan menggunakan ilmu pengetahuan moderen, seperti artificial intelligent, robot, dan  internet of things untuk melayani kebutuhan manusia. Melalui proses belajar dan praktek, mahasiswa MTP UPH akan mengalami kemajuan teknolgi informasi untuk selanjutnya dapat merancang dan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di sekolah atau di berbagai bidang pelatihan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.  

Hybrid Learning Program sendiri merupakan sistem pembelajaran yang dirancang dengan mengkombinasikan dua model, baik secara offline maupun online. Tujuannya untuk memberikan akses kemudahan belajar, sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dengan kecepatan dan di waktu yang dapat disesuaikan kesibukan masing-masing.

Kombinasi MTP dengan Hybrid Learning Program yang dirancang UPH ini, menjadi jawaban untuk para tenaga pendidik atau professional yang terkait di bidang pendidikan dengan jadual padat dan sulit datang ke kampus. Bahkan Hybrid Learning Program MTP UPH memiliki beragam keunggulan, seperti memberikan pembelajaran berbasis teknologi yang berkualitas, fleksibilitas dalam mengintegrasikan aktivitas pembelajaran dengan jadual kegiatan mahasiswa, serta kemudahan akses belajar sesuai dengan waktu dan mobilitas mereka. Karenanya program ini sangat cocok bagi mereka yang telah lulus S1 di bidang pendidikan dan hendak melanjutkan magister, maupun untuk para pendidik, perencana program pendidikan, pengembang kurikulum, para profesional di bidang informasi dan teknologi, maupun profesional Human Resource (HR) di perusahaan atau institusi pendidikan dengan jadwal yang padat.

Sistem pembelajaran pada Hybrid Learning Program ini pun terbilang memiliki kapasitas yang imbang, yaitu dengan 50% online dan 50% offline, dengan jumlah 36 sks. Pada minggu awal dan akhir semester mahasiswa melaksanakan perkuliahan offline atau tatap muka langsung di kampus. Selebihnya  perkuliahan secara online yang didukung Learning Management System (LMS) berbasis open-source menggunakan Moodle yang dapat diakses melalui learn.uph.edu.  LMS yang disediakan sangat user friendly, sehingga memudahkan mahasiswa untuk belajar.  Meskipun perkuliahan online, namun aspek interaksi  dan relasi antara dosen dan mahasiswa, atau antara [NS1] [RMH2] sesama mahasiswa tetap diutamakan. Minimal tiga minggu sekali dosen mengadakan online class menggunakan video conference.  

Dalam era revolusi industri 4.0 ini, tentunya banyak yang menganggap bahwa peran tenaga pendidik akan tergantikan oleh kecanggihan teknologi. Namun, hal tersebut tidak mungkin terjadi apabila para tenaga pendidik tidak semata-mata hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas dan kepribadian guna menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter dalam kehidupan peserta didik, termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak.  Karenanya diperlukan para pendidik yang dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Untuk itulah UPH menghadirkan program Magister Teknologi Pendidikan, guna mendukung tercapainya tujuan arah pembelajaran online di Indonesia.

“Dalam mempersiapkan calon tenaga pendidik dalam menghadapi era  4.0 ini, tentunya konten tetap menjadi fokus utama. Namun, sejalan dengan itu pengetahuan moderen juga harus dipersiapkan, seperti penguasaan teknologi, sehingga konten dapat disampaikan dengan pendekatan-pendekatan yang moderen,” ujar Dr. Niko Sudibjo, S.Psi., M.A. – Kepala Program Magister Teknologi Pendidikan UPH.

Lulusan MTP UPH sangat diharapkan untuk memperoleh keterampilan utama dalam mengembangkan teknologi instruksional untuk mengantisipasi profesi masa depan. Keterampilan ini sangat berguna bagi profesi berikut: (1) pendidik yang kompeten (misalnya, instruktur, guru, dan dosen), (2) perencana program, (3) pengembang kurikulum yg kritis dan kreatif, (4) percaya diri dalam menggunakam informasi dan teknologi dan (5) manajer pelatihan atau lembaga pendidikan mereka yang efektif dan efisien terutama dalam perencanaan strategis.

Jadi, bagi Anda yang sudah tamat S1 dalam bidang pendidikan maupun para professional yang berkecimpung di bidang pendidikan dan tertarik untuk melanjutkan studi Magister dalam bidang pendidikan, dapat segera bergabung di Hybrid Learning Program, MTP UPH dengan mendaftar secara online melalui https://www.uph.edu/wp-content/uploads/2018/08/Form-Graduate-Admission-1-4_20-Agt-2018-1.pdf sampai dengan 10 Juni 2020. Ujian saringan masuk secara online dilakukan pada 13 Juni 2020. Mengingt kuota sangat terbatas, jadi gunakan kesempatan ini dan segera bergabung.

Berikut ini syarat yang harus dipenuhi:

1.       Copy Ijazah S1 yang sudah di legalisir (1 lbr)

2.       Copy Transkrip Nilai Akademik S1 yang sudah di legalisir (1 lbr)

3.       Copy Penyetaraan Ijazah bagi lulusan Luar 

4.       Copy KTP (1 lbr)

5.       Copy Akta Lahir (1 lbr)

6.       Pas Foto Berwarna background merah 2x3 dan 4x6 (masing-masing 2 lbr)

7.       Materai 6000 (1 lbr) untuk admission statement

8.       1 Curriculum Vitae

9.       akan dilakukan interview secara online (jika dibutuhkan), jadwal interview diinformasikan kemudian.