Cantik, pintar, dan bersahabat. Itulah tiga kata yang dapat menggambarkan sosok Jocelyn Zamruddin. Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Medan ini telah dinobatkan sebagai Hakka Amoi Sumut 2020 dalam ajang Hakka Ako Amoi Sumut 2020.

Jocelyn bercerita bahwa pengalamannya semasa kuliah di UPH Medan membantu ia memperluas relasi dan pengetahuannya. Pengalaman di kuliah mampu mengasah hard skill dan juga soft skill seperti communication skill, leadership, good attitude dan yang terutama membekali Godly character bagi setiap mahasiswa. Ini menjadi salah satu pedoman baginya agar lebih percaya pada diri dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik.

Tentu gelar yang diraih oleh Jocelyn ini tidaklah mudah, Jocelyn meraih prestasi ini berkat kerja keras dan usaha yang panjang. Semua ini dilewati oleh Jocelyn karena termotivasi ingin melestarikan budaya Hakka yang mengingatkan ia kepada kakeknya yang keturunan Hakka.

“Ketika mengetahui ajang ini, saya teringat dengan kakek saya yang merupakan seorang keturunan Hakka. Beliau sangat bangga sebagai seorang "Hakka" yang gigih dan pantang menyerah. Untuk mengenangnya dan ingin tahu lebih dalam tentang budaya Hakka, saya mencoba untuk mengikuti ajang ini yang dibentuk sebagai salah satu kegiatan agar generasi muda tidak lupa akan budayanya sendiri,” ucap Jocelyn.

Jocelyn mengaku mendapat banyak pengalaman menarik selama menjalani masa karantina. Selain itu, sesama finalis juga saling mendukung satu sama lain dan berbagi pengetahuan mereka tentang Bahasa dan budaya Hakka.

Tak hanya Jocelyn satu satunya finalis yang mengikuti ajang ini dari UPH Kampus Medan, tetapi juga ada Rensy Liawis dari program studi Manajemen yang juga meraih gelar sebagai “The Best Atribute Photogenic” Amoi Hakka Sumut 2020.

UPH Kampus Medan sangat mengapresiasi antusiasme Jocelyn dan Rensy dalam mengikuti ajang ini. Karena banyak anak muda yang mulai meninggalkan budaya, tetapi dua mahasiswi ini justru sangat membanggakan kebudayaannya. Kemampuan yang diuji dalam kompetisi ini juga beragam. Antara lain, kemampuan berbahasa daerah dan Internasional, bakat kesenian, public speaking, kemampuan sosial dan sebagainya. Melihat hal ini sangat baik bagi perkembangan diri mahasiswa maka, UPH Kampus Medan sangat mendukung langkah selanjutnya yang masih harus diikuti khususnya oleh Jocelyn.

Jocelyn juga akan lanjut bertanding di Hakka Ako Amoi Nasional 2020 pada bulan Oktober nanti. UPH berharap agar Jocelyn dapat meraih prestasi terbaik dalam kompetisi selanjutnya dan selalu memberikan kepada Jocelyn. Selamat bertanding kembali, Jocelyn!