Singapore International Foundation (SIF) memasuki Fase 2 dalam menyerukan lagu-lagu dedikasi yang dinyanyikan dan direkam oleh sekumpulan musisi lokal di Singapura, serta disaksikan oleh penonton internasional. 

 Singapura, 1 Juni 2020 – Kerugian senilai lebih dari S$ 30 juta[1] telah dilaporkan oleh para pekerja paruh waktu di industri kreatif di Singapura sejak langkah-langkah pengendalian coronavirus diberlakukan. Pandemi COVID-19 memang telah mengganggu kehidupan banyak orang. Sebagai bagian dari upaya untuk menyatukan komunitas dunia yang lebih baik bahkan di tengah pandemi, maka diwujudkan Gift A Song Projectsebuah proyek kolaborasi antara SIF dan musisi lokal di Singapura. Inisiatif ini memungkinkan individu untuk mempersembahkan lagu kepada seseorang yang mereka kenal dan tengah berjuang melawan coronavirus, baik berjuang dengan kerugian ekonomi, bekerja di garis depan layanan kesehatan dan layanan esensial lainnya, atau untuk mereka yang membutuhkan dukungan selamakarantina. Hal ini juga merupakan salah satu cara SIF untuk memberikan dukungannya kepada komunitas seni lokal di Singapura di masa yang penuh tantangan ini.

Dipimpin oleh veteran musik lokal di Singapura dan Citizen Ambassador SIF, Clement Chow, inisiatif ini telah mengumpulkan 15 musisi lokal di negara tersebut untuk bernyanyi dan merekam lagu-lagu yang diinginkan oleh masyarakat dari rumah mereka. Para artis yang ikut berpartisipasi termasuk Alemay Fernandez, Alexandra Hsieh, Benjamin Chow, Beverly Morata Graffon, Christiane Mikaela, Izat Ibrahim, Jordin Tan, Kexin Tay, Lisa Haryono, Mathilda D'Silva, Michelle Poh, Ribka Sangeetha Dorai, Syah Riszuan dan Wayne Sandosham.

Sebagai bagian dari fase kedua inisiatif ini, setiap anggota masyarakat didorong untuk mengirimkan lagu dedikasi mereka melalui situs web SIF – www.sif.org.sg/giftasong - mulai dari tanggal 26 Mei 2020 kepada seseorang yang mereka kenal – baik di Singapura maupun di luar negeri – dan yang memerlukan penghiburan. Dedikasi dari satu negara ke negara lain sangat dianjurkan. Dedikasi terpilih akan dicatat dan dikirim ke pemohon dan penerima melalui email. Video yang dipilih juga akan diunggah di media sosial SIF mulai 18 Juni 2020.

Kumpulan dedikasi pertama dibuat oleh komunitas Citizen Ambassadors SIF dan mitra serta kerabat internasional dari Singapura, Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Amerika Serikat. Disertai dengan pesan-pesan yang menggembirakan, hadiah lagu dalam berbagai Bahasa ini telah didedikasikan untuk teman-teman mereka di dalam dan luar negeri, termasuk pahlawan tanpa tanda jasa dan pejuang garis depan. Rekaman video penampilan dan dedikasi - yang telah mencapai lebih dari tiga juta pengguna - telah diunggah ke saluran YouTube SIF dan kanal media sosial lainnya yaitu di Facebook dan Instagram.

Jean Tan, Executive Director, SIF mengatakan, “Musik dapat menghangatkan hati, mengangkat dan memulihkan jiwa. Kita semua mengenal seseorang yang tengah berjuang melawan COVID-19, menghadapi kesulitan ekonomi atau hanya membutuhkan dukungan. Dua teman saya berada di ICU dan saya berjuang dengan cara menghibur mereka yang kemudian menginspirasi ide ini. Kita dapat menyebarkan pesan positif dan solidaritas, bahkan di saat kita sedang memerangi pandemi. Sungguh menggembirakan melihat orang Singapura dan komunitas dunia bersatu untuk saling memberi semangat melalui Gift A Song Project. Proyek ini juga memungkinkan SIF untuk mendukung komunitas seni lokal kami di masa-masa sulit ini.”

“Keindahan musik adalah mengisi jiwa tanpa batas. Hal ini memberikan jalan keluar bagi orang-orang dalam mengekspresikan diri mereka sendiri, dan dengan memanfaatkan kekuatan pemulihan dari musik, kita dapat terhubung kembali dengan orang-orang yang kita cintai, terutama di tengah anjuran social distancing,” ucap seniman Singapura, Clement Chow. "Saya berbesar hati dengan dedikasi yang telah datang dan tanggapan positif yang dikumpulkan secara online untuk mendukung proyek ini dan masyarakat."

Sama halnya dengan Clement, seniman lain yang ditugaskan untuk inisiatif ini adalah Lisa Haryono. Dia mengatakan, “Sungguh sangat berkesan bagi saya menyanyikan lagu 'Ku Bahagia' menggunakan bahasa ibu saya dan dapat menyebarkan keceriaan kepada teman-teman kita di Indonesia. Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari inisiatif Gift A Song yang bermakna dan menyatukan para musisi di Singapura. Saya berharap lagu-lagu ini akan menghangatkan hati orang yang lelah dan mengumpulkan semua orang untuk bersatu dan memerangi virus."

Dokter perawatan paliatif Dr Venita Eng, seorang Indonesia dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) telah meminta lagu “Ku Bahagia”, yang didedikasikan untuk teman-teman dan rekan sekelasnya dari sekolah kedokteran, yang sekarang tengah memerangi pandemi di garis depan di Indonesia, “Saya berterima kasih atas kesempatan berharga dari para musisi di Singapura yang mengirimkan ucapan selamat kepada teman-teman saya, terutama ketika saya sulit untuk bertemu dengan mereka secara pribadi. Saya harap lagu yang yang dinyanyikan dengan indah di proyek ini berhasil menghibur mereka di masa yang penuh tantangan ini.”

Gift A Song Project adalah bagian dari inisiatif Arts for Good SIF yang membangkitkan keterlibatan masyarakat dan memanfaatkan kekuatan seni untuk perubahan sosial yang positif, terutama dalam membantu mata pencaharian dan membina masyarakat inklusif.

 [1] Source: Ilostmygig, a website that collects and collates data on the creative industries in Singapore during the COVID pandemic and provides resources on where aid is available. [translations needed]