Jakarta, 27 Juli 2019 - Travelling menjadi salah satu hobi yang banyak dilakukan oleh milenial di waktu senggang. Pantai dan gunung merupakan tempat favorit yang dikunjungi oleh para pelancongNamun tanpa disadari, banyak dari mereka yang ternyata meninggalkan sampah dan mengotori lingkungan seperti botol plastik minuman atau kemasan plastik makanan lainnya.

 

Bank DBS Indonesia sebagai lembaga keuangan yang aktif dan peduli dalam menjaga lingkungan menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bertemakan ‘Travel more, Waste less’. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari gerakan Recycle more, Waste less yang digalakkan Bank DBS Indonesia sejak April 2019. Bekerja sama dengan Zero Waste Indonesia, dalam kegiatan ini terdapat talkshow yang membahas mengenai cara-cara apa saja yang dapat dilakukan untuk meminimalisir sampah saat travelling. Mautahu? Simak zero waste travelling tips berikut ini:

 

●     Bawa botol minum

 

Hal paling mudah yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir sampah saat travelling adalah dengan membawa botol minum sendiri. Dengan membawa botol minum sendiri, sudah pasti kita akan meminimalisir sampah botol plastik air mineral yang kita hasilkan. Selain menjaga lingkungan, membawa botol minum sendiri juga hemat lho karena ngga perlu beli air mineral kemasan karena sudah ada botol minum sendiri. Kalau habis kita bisa refill, apalagi saat ini sudah banyak tempat isi ulang air minum di tempat-tempat umum seperti taman, bandara, dan tempat umum lainnya. 

 

●     Bijaksana dalam memilih tempat makan

 

Bukan travelling kalau kita tidak mencoba makanan khas setempat. Nah, untuk meminimalisir sampah makanan ada baiknya jika kita memilih untuk makan di tempat. Dengan makan di tempat, kamu ngga cuma menjaga lingkungan tapi juga bisa lebih menikmati makanan dan suasananya. Selain itu, kamu juga bisa pilih tempat makan yang tidak menyediakan makanan dengan alas kertas atau bahan plastik seperti styrofoam. Oh, dan jangan lupa untuk menghabiskan makanannya ya!

 

●     Bawa toiletries sendiri

 

Dengan membawa toiletries sendiri, kita akan meminimalisir penggunaan toiletries yang disediakan di hotel ataupun pesawat yang biasanya hanya akan digunakan sekali saja kemudian dibuang. Dengan demikian kita dapat meminimalisir pembuangan sampah botol plastik beserta isi dari toiletries yang disediakan hotel ataupun pesawat.

  

●     Bawa reusable kit

 

Apa sih reusable kit itu? Reusable kit adalah wadah atau tempat yang bisa dilipat kecil seperti small container, tumblr, alat makan dan sapu tangan. Barang-barang tersebut selain bisa digunakan berkali-kali tetapi juga tidak “memakan” banyak tempat sehingga dapat dibawa kemana-mana.

 

Travelling identik dengan segala sesuatu yang praktis, seperti penggunaan bahan plastik yang hanya sekali pakai lalu dibuang. Dengan menerapkan zero waste travelling, kita dapat menjalani hobi sekaligus tetap menjaga lingkungan. Memang dibutuhkan persiapan lebih namun zero waste travelling sangat mudah untuk dilakukan. Perubahan kecil asal dilakukan terus-menerus dapat memberikan dampak yang besar,” ujar Jeanny Primasari, Founder Zero Waste Nusantara.

 

Selain permasalahan sampah plastik sekali pakai saat travelling, ternyata masih ada juga permasalahan sampah lainnya yang dekat dengan kehidupan kita. Coba lihat isi lemarimu! Pasti ada tumpukan baju yang sudah tidak pernah kamu pakai lagi kan? Lahirnya banyak merek fesyen di Indonesia telah mempengaruhi gaya berbusana khususnya bagi para wanita dan menimbulkan suatu habit untuk selalu berbelanja pakaian demi mengikuti tren gaya terbaru. Sehingga kita kerap kali membeli baju baru tanpa sadar bahwa banyak baju yang sudah tidak terpakai yang kemudian menjadi limbah sampah pakaian.

 

“Hidup zero waste tidak hanya berhenti pada pengurangan sampah plastik sekali pakai saja. Tanpa kita sadari, pakaian yang kita pakai setiap harinya juga bisa menjadi sumber sampah yang berbahaya bagi bumi tercinta. Industri fesyen adalah salah satu industri yang paling berpolusi di dunia. Oleh karena itu kami menggagas #TukarBaju, sebuah kampanye untuk menciptakan kesadaran bagi masyarakat dan sebagai salah satu solusi akan sampah fesyen dan limbah tekstil di Indonesia,” ujar Amanda Zahra Marsono, Public Relations and Project Manager #TukarBaju.

 

Kegiatan #TukarBaju dapat menjadi alternatif untuk kamu yang aktif mengikuti tren fesyen kekinian tanpa harus mengkonsumsi hal baru. Melalui kegiatan #TukarBaju, orang-orang dapat membawa pakaian bekas layak pakainya yang kemudian akan ditukarkan dengan pakaian milik orang lain. Sebelum ditukarkan, baju yang dibawa akan dikurasi kelayakannya terlebih dahulu. 

 

Selain bekerja sama dengan Zero Waste IndonesiaBank DBS Indonesia juga bekerja sama dengan Weekend Workshop (WEWO) untuk menyediakan sesi workshop cara membuat travel kit dari bahan daur ulang seperti kaos. Bank DBS Indonesia juga mendorong pengunjung yang hadir untuk dapat memulai gaya hidup yang berkelanjutan dengan menyediakan bazaar sehingga pengunjung bisa melihat dan membeli berbagai sustainability kit dari Cleanomic. “Kegiatan Travel more, Waste less merupakan rangkaian kegiatan dari gerakan Recycle more, Waste less di mana kami sebagai perbankan ingin mendukung program pemerintah Indonesia Bersih Sampah 2025. Kami melihat bahwa milenial Indonesia memiliki suara dan peranan yang besar dalam mewujudkan perubahan. Oleh karena itu, kami mengadakan suatu kegiatan yang sangat berhubungan dengan milenial untuk dapat mendorong mereka turut serta secara aktif dalam gerakan ini,” kata Mona Monika, Executive Director, Head of Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia.