Jakarta, 1 Agustus 2019 - Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini perkembangan digital di Indonesia telah memberikan banyak manfaat bagi para pelaku bisnis khususnya perempuan. Digitalisasi membuka banyak peluang untuk pemberdayaan perempuan dan memberikan perempuan kesempatan yang sama untuk turut berpartisipasi dalam industri bisnis. Perempuan memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas hidup yang menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan bangsa.

 

Bank DBS Indonesia sebagai lembaga keuangan yang aktif dan peduli dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia melalui DBS SME Academy menyelenggarakan sebuah diskusi bertema “Empowering Women in Digital Era”. SME Academy adalah program pembekalan yang dikhususkan untuk UKM agar dapat memahami metode terbaru dalam meningkatkan bisnis mereka dari para pakar bisnis. Dalam diskusi ini, Bank DBS Indonesia mengundang para perempuan hebat yang menjadi pemimpin bisnis untuk berbagi tips dan pengalaman kepada peserta serta mendukung kesetaraan gender. Melalui acara ini, Bank DBS Indonesia berharap dapat memberikan pengetahuan baru untuk memperluas jaringan bisnis UKM khususnya untuk menumbuhkan semangat para perempuan dalam berkarya dan berbisnis. Mau tahu siapa saja para perempuan hebat yang menjadi pembicara dan industri yang dijalankan? Yuk, kita bahas.

 

  • Tiara Adikusumah, Co-founder Polka Jelita Indonesia

Industri kecantikan seperti make up memang identik dengan wanita. Para pelaku bisnis industri kecantikan dapat memberdayakan perempuan sebagai kunci kesuksesan. Seperti yang dilakukan Tiara Adikusumah, Co-founder of Polka Jelita Indonesia, salah satu merek kosmetik lokal di Indonesia, untuk lebih memperkuat brand, Polka melakukan pendekatan sosial kepada pelanggan. Salah satunya dengan membentuk komunitas bagi para wanita yang tidak hanya sekadar ingin belajar tentang kecantikan namun juga menjadikannya sumber penghasilan. Dalam komunitas yang dinamakan Polka BeautyPreneur, Polka memberdayakan para perempuan yang senang berjualan online. 

 

  • Angela Oetama, Co-founder Gradana Indonesia

Gradana.co.id merupakan sebuah platform yang mempertemukan pembeli dan pendana untuk kebutuhan cicilan uang muka (down payment/DP) rumah. Pembeli properti, pemilik properti, pendana, pengembang properti, penyewa properti, vendor properti, hingga agen properti dapat terhubung dalam Gradana. Melalui Gradana, Angela ingin memberikan solusi permasalahan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, Gradana menyiapkan produk-produk yang dapat disesuaikan kebutuhan seperti GraDP, GraSewa, dan GraKarya.

 

  • Karina Yoveline, Head of Cloud Business, Blue Power Technology

Blue Power Technology (BPT) adalah perusahaan yang bergerak di bidang  implementasi Infrastruktur Teknologi Informasi (TI) untuk transformasi digital bisnis. Selama mengelola bisnis cloud di BPT, Karina telah berhasil membantu lebih dari 50 pelanggan dari berbagai industri untuk bergabung di Alibaba Cloud dalam waktu kurang dari dua tahun. Beberapa pelanggan perusahaannya termasuk perusahaan media terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia.

 

  • Tiolora Lumbantoruan, Head of Digital Sales & Marketing Du’Anyam

Du’Anyam, sebuah wirausaha sosial yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui produksi dan pemasaran produk kerajinan anyaman daun lontar di daerah terpencil Indonesia. Saat ini, Du’Anyam bekerja sama dengan hampir 1000 ibu-ibu penganyam di 50 desa di Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Nabire, Papua, dan telah berhasil meningkatkan pendapatan mereka sebesar 40%. Du’Anyam juga telah memasok lebih dari 90.000 produk kerajinan anyaman bagi hotel, perusahaan, maupun pembeli retail di Indonesia dan di mancanegara. Model bisnis wirausaha sosial seperti Du’Anyam dapat menjadi pilihan untuk UKM bertransformasi dalam mengembangkan bisnis dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

 

“Bank DBS Indonesia secara berkala mengadakan SME Academy yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan guna mengembangkan UKM di Indonesia khususnya dalam iklim bisnis yang sangat dinamis saat ini seperti transformasi digital, efisiensi administrasi, hingga modifikasi model bisnis. Kami juga berkolaborasi dengan wirausaha sosial untuk membahas masalah Sustainable Development Goals (SDG) khususnya goals yang kelima, yaitu gender equality. Oleh karena itu, DBS SME Academy kali ini mengusung tema Women Empowerment, untuk mengedepankan pelaku bisnis perempuan dan segala tantangannya,” ujar Mona Monika, Executive Director, Head of Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia.