Indonesia memiliki bahan pangan yang beraneka ragam karena sumber daya alamnya yang kaya. Namun, sangat disayangkan belum dimanfaatkan sepenuhnya secara maksimal dan hal ini memiliki pengaruh yang besar terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Apriyanto Dwi Nugroho, S. TP., M. Sc  – Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan dari Badan Ketahanan Pangan Kemeterian Pertanian, dalam Seminar Nasional bertajuk “Increasing The Industrialization of Local Food Through Exploration of It’s Utilization”, pada 1 November 2019, di Kampus UPH Lippo Village, Tangerang.

“Indonesia memiliki berbagai macam bahan pangan. Namun hingga kini, masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap bahan pangan lokal memiliki kesan kualitas rendah dan kurang prestise atau  kampungan. Ini menjadi tantangan besar, kita semua harus menemukan cara untuk mengubah image bahan pangan lokal dari yang kampungan menjadi kekinian. Salah satu caranya adalah dengan berinovasi”, tambah Apriyanto Dwi Nugroho.

Seminar Nasional ini turut menghadirkan pembicara ahli dalam industri pangan seperti, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi – Guru Besar Departemen ITP FATETA IPB Vice Chairperson Codex Alimentarus Commision, dan Adhi S. Lukman – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia. Kelompok Wanita Tani (KWT), para mahasiswa, dan siswa SMA juga turut serta dalam seminar ini.

Walaupun memiliki tantangan yang harus dihadapi, bahan pangan lokal juga tidak terlepas dari peluang maupun potensi yang mampu meningkatkan nilai gunanya.

“Selama ini, Indonesia hanya melakukan ekspor bahan mentah saja, tapi saat ini presiden menghimbau agar melakukan ekspor pada produk olahan juga. Nah, ini bisa menjadi salah satu peluang bagi Indonesia agar produk olahannya dapat go international”, ujar Adhi S. Lukman.

Adhi juga menambahkan bahwa ketersediaan produk makanan yang berasal dari bahan pangan lokal didukung dengan adanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, UMKM juga masih sering menghadapi berbagai kendala mulai dari modal, kompetensi, kemampuan, keterjangkauan, hingga keamanan makanan yang diproduksi.

Senada dengan yang disampaikan oleh Adhi S. Lukman, menurut Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi juga melihat peluang melalui banyaknya orang-orang  dari negara lain yang mencari bahan pangan local Indonesia. Hal ini diketahuinya melalui hasil Survey pada tahun 2010.  

“Banyak masyarakat dari luar negeri yang mencari bahan pangan dari Indonesia. Alasannya adalah bahan pangan lokal dinilai lebih segar, karena tidak terlalu lama dalam perjalanan”, kata Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi.

Menutup  paparannya, Purwiyatno menambahkan bahwa Indonesia harus menggalakkan gerakan untuk mencintai produk Indonesia. Generasi muda lah yang dapat memainkan peran dalam menyebarkan gerakan ini, termasuk para mahasiswa UPH.

Seminar Nasional ini merupakan bagian dari acara tahunan program studi Teknologi Pangan UPH, yaitu Food Explore 12, yang berlangsung pada 30 Oktober 2019 hingga 3 November 2019 dengan puncak acaranya berlangsung di Lippo Mall Puri, Jakarta, pada 2-3 November 2019.