Di masa sekarang, listrik menjadi kebutuhan penting yang sangat melekat. Pada negara Indonesia sendiri, kebutuhan listrik dipenuhi oleh perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bernama PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang berstatus Persero. 

Saking pentingnya, listrik menjadi kebutuhan yang mahal dan cukup menguras biaya karena terkadang tagihannya sering “membengkak” karena tidak dikontrol dengan baik. Karena itu, kita sudah seharusnya lebih sering cek tagihan listrik bulanan secara baik. 

Well, sebelum itu, ada baiknya kita juga mengenal sejarah listrik. Mungkin sebagian besar dari kita hanya mengetahui bahwa pencipta listrik adalah Thomas Alva Edison. Padahal, sejarah listrik sendiri sangatlah panjang, bahkan sudah ada sebelum era modern, jauh pada masa sebelumnya. 

Sejarah penemuan listrik berawal dari Thales (640-456 Masehi), seorang cendekiawan asal Yunani. Thales awalnya menemuka electron yang digosok dengan kain wol akan menimbulkan efek pada benda-benda ringan di sekitarnya akan mendekat, bahkan menempel. Namun, ketika itu Thales belum mengetahui kenapa efeknya menjadi sedemikian rupa. 

Penelitian tentang gaya gerak elektron ini akhirnya diteruskan oleh scientist asal Inggris bernama William Gilbert (1733) yang menyimpulkan bahwa peristiwa yang dialami Thales tersebut dinamakan electric. 

Selanjutnya, Charles du Fay (1739) asal Prancis berhasil mengetahui bahwa electric tersebut terdiri dari negatif (-) dan positif (+). Pada tahun 1975, seorang penulis, diplomat, dan ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Benjamin Franklin berhasil membuktikan bahwa petir adalah bentuk alami dari listrik. 

Ketika itu, Benjamin Franklin menerbangkan layang-layang dengan kunci besi di bagian bawahnya. Seketika petir pun menyambar dan percikan kecilnya mengalir ke kunci hingga mencapai pergelangan tangannya. 

Di tahun 1800, Alessandro Volta asal Italia berpendapat bahwa listrik itu seperti air, artinya sangat berguna karena mempunyai tenaga. Pada akhirnya, ia dapat membuat baterai sebagai sumber energi listrik. Ketika itu, baterai merupakan tumpukan volta yang terbuat dari lempengan tipis tembaga dan seng yang dipisahkan dengan karton lembap.

Dengan cara tersebut, Alessandro Volta berhasil menunjukkan bahwa listrik dapat dibuat untuk mengalir dari satu titik ke titik lainnya dengan kawat. Berikutnya, Michael Faraday melakukan penelitian tentang jenis listrik magnet atau yang biasa disebut dengan Elektromagnetik. Ia berpendapat jika listrik bisa menimbulkan medan magnet, besar kemungkinan bahwa magnet pun bisa menghasilkan listrik. 

Pada tahun 1831, Michael Faraday menemukan solusi bahwa listrik dapat dihasilkan lewat magnet dan perak. Faraday menemukan bahwa ketika magnet dipindahkan di dalam gulungan kawat tembaga, sebuah arus listrik kecil dapat mengalir melalui kawat. Hal ini memunculkan penemuan dinamo pembangkit listrik atau biasa disebut sebagai generator listrik. Saat itu, generator listrik ini hanya dapat menghasilkan arus listrik kecil yang berarus DC. 

Di tahun 1885, Lucian Gauland asal Inggris dan John Gibbs asal Inggris menjual hak paten generator arus AC kepada pengusaha George Westinghouse. Sejak itu, perkembangan pendistribusian listrik semakin dikembangkan dengan pembuatan transformator. Pada akhirnya, terciptalah sistem jaringan listrik arus bolak-balik sebagai transmisi dari pembangkit ke pengguna listrik. 

Pendistribusian listrik di Indonesia sendiri dimulai ketika dibangunnya pusat tenaga listrik di Gambir, Jakarta (Bulan Mei 1987). Selanjutnya, pusat tenaga listrik dibangun lagi di Medan (1899), Surakarta (1902), Bandung (1906), Surabaya (1912), serta Banjarmasin (1922). Pada masa awal pembuatannya, pusat-pusat tenaga listrik ini dioperasikan dengan tenaga thermis. 

Pada masa sekarang, pendistribusian listrik di Indonesia dikendalikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia, PT PLN saat ini telah menyediakan opsi cek tagihan listrik secara online sehingga tidak perlu lagi menunggu petuga datang untuk memeriksa meteran di rumah. 
Sebagai informasi, PT PLN saat ini menyediakan 2 layanan, yakni listrik prabayar dan pascabayar. 

A. Listrik Prabayar

Sambungan listrik prabayar merupakan layanan dari PLN yang membuat pelanggan bisa mengatur pemakaian listriknya sesuai dengan bujet. Sistem pembayarannya hampir sama dengan pembelian pulsa untuk pengguna SIM Card prabayar pada telepon genggam. Jadi, kamu harus membeli pulsa listrik sebelum bisa menggunakannya. Jika pulsa listrik kamu habis, berarti harus melakukan pengisian pulsa ulang.

Kelebihan listrik prabayar:
1.    Pelanggan bisa menentukan dengan pasti bujet pemakaian listrik per bulannya
2.    Tidak ada denda telat bayar
3.    Cocok untuk kamu yang memiliki kontrakan atau rumah kos
4.    Tidak akan terjadi risiko kesalahan pencatatan meteran oleh petugas
5.    20 digit pulsa listrik hanya bisa digunakan di meteran kamu, sehingga keamanan terjamin

Kekurangan listrik prabayar:
1.    Jika pemakaian terlalu besar, listrik bisa tiba-tiba mati sehingga kamu harus selalu sedia voucher pulsa listrik cadangan
2.    Meteran listrik prabayar lebih sensitif dan mudah rusak

B. Listrik Pascabayar

Sistem layanan listrik pascabayar merupakan layanan listrik yang tagihannya per bulan, dan pembayaran dilakukan setelah pemakaian. Pembayaran listrik bisa dilakukan langsung lewat loket atau secara online menggunakan aplikasi milik PLN.

Kelebihan listrik pascabayar:
1.    Listrik selalu tersedia, tidak ada risiko tiba-tiba mati karena habis pulsa
2.    Anda tidak harus melakukan isi pulsa listrik sendiri

Kekurangan listrik pascabayar:
1.    Jika tidak hati-hati, pemakaian bisa overbujet
2.    Jika menunggak, kamu bisa dikenakan denda bahkan pemadaman listrik
3.    Petugas PLN harus datang untuk cek meteran listrik, namun saat ini kamu bisa menggunakan cara online untuk cek tagihan.

Adapun, untuk listrik pascabayar, PT PLN menyediakan beberapa pilihan untuk cek tagihan listrik: 

A. Cek Tagihan Listrik Melalui Telepon 

Cara pertama adalah dengan menggunakan layanan telepon. Kamu bisa menghubungi PLN untuk cek tagihan listrik yaitu di nomor 123.

Sedangkan jika kamu menelpon dari ponsel, maka formatnya adalah (kode area)123. Contohnya, jika kamu di Jakarta maka formatnya adalah 021-123.

Jika telah tersambung, kamu perlu mengikuti petunjuk dari operator. Untuk melakukan panggilan ke call centre PLN, dikenakan tarif telepon normal. Kamu dapat lakukan pengecekan ini kapanpun karena call centre PLN siap sedia 24 jam.

B. Cek Tagihan Listrik Melalui SMS

Cara untuk mengecek tagihan listrik berikutnya adalah lewat sms. engan cara ini Anda tidak butuh sambungan internet, bahkan Anda tidak perlu telepon pintar. Layanan ini tersedia bagi aneka pengguna pengguna operator seluler. 

Adapun format SMS yang digunakan adalah:
•    REK(spasi) No ID Pelanggan 
Kemudian, ketika ingin berlangganan SMS otomatis bisa mengirimkan pesan singkat dengan format:
•    PLN(spasi)ON(spasi)No ID Pelanggan 
•    Kirim ke nomor 8123
Sedangkan jika Anda ingin berhenti, silakan mengirimkan SMS dengan format sebagai berikut:
•    PLN(spasi)OFF(spasi)No ID Pelanggan 
•    Kirim ke nomor 8123

Hanya saja, untuk menggunakan layanan SMS ini tidaklah gratis. Biayanya adalah Rp 500 untuk setiap pesan, apapun operator seluler yang kamu gunakan.

C. Cek Tagihan Listrik Melalui Aplikasi 

Di era digital ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak mau ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi untuk pelayanannya. PT PLN memiliki aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk memeriksa tagihan listrik bulanan yakni PLN Mobile. 

Aplikasi lainnya juga tersedia untuk pengecekan tagihan listrik seperti Info Cek Tagihan Listrik PLN, dan Tagihan. Namun aplikasi PLN Mobile ini merupakan aplikasi resmi dari PT PLN. Berikut cara cek tagihan listrik lewat PLN Mobile.

•    Download/Unduh PLN Mobile

Pertama-tama, kamu bisa mengunduh aplikasi PLN Mobile ini lewat Google Playstore untuk pengguna android atau App Store untuk pengguna IOS.

•    Set-up Profil PLN Mobile

Setelah mengunduh dan menginstal aplikasi ini, kamu perlu mendaftar untuk set-up profil. Kalau kamu adalah pengguna aplikasi lama maka bisa migrasikan data ke aplikasi PLN Mobile. Untuk pengguna baru, kamu bisa klik “Daftar” lalu isi semua informasi yang diminta. Setelah memasukkan semua data atau informasi, klik “Simpan”.


•    Log-in Ke Profil Milikmu 

Berikutnya, kamu hanya perlu login setiap kali ingin menggunakan aplikasi ini. Jika kamu telah login, maka profil termasuk tagihan listrik akan otomatis tertera saat kamu membuka aplikasi.


•    Cari Tahu Informasi Tagihan dan Token Listrik

Bagi kamu yang ingin masuk tanpa login, maka otomatis tidak akan memiliki profil, namun tetap bisa masuk dengan klik “MASUK TANPA LOGIN” kemudian klik icon “Informasi” pada tab di atas. Kemudian, kamu akan diarahkan ke halaman pilihan informasi apa yang ingin diketahui. Untuk cek tagihan, kamu perlu klik “Informasi Tagihan dan Token Listrik”.

Selanjutnya kamu akan melihat pop up yang meminta informasi IDPEL (nomer pelanggan) atau Nomor Meter Anda, lalu klik “Cari”. Maka jumlah tagihan listrik akan muncul pada layar ponsel kamu.

Selain dapat melihat tagihan listrik, aplikasi ini juga berguna untuk akses ke layanan PLN lainnya. kamu bisa melihat transaksi token, pemakaian kwh listrik, lokasi pembayaran terdekat, serta status pengaduan. Adanya aplikasi PLN Mobile ini juga memungkinkan kamu mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan akurat dan cepat.

Layanan Simulasi Tagihan Listrik
Selain layanan untuk cek tagihan listrik online seperti di atas, PT PLN juga menyediakan fasilitas simulasi perhitungan biaya listrik bagi kamu yang belum ataupun sudah menggunakan jasa listrik pascabayar.

Kamu cukup masuk ke laman http://www.pln.co.id/pelanggan/layanan-online/simulasi-tagihan/simulasi-rekening-pascabayar.

Selanjutnya, isi semua kolom yang ada sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, lalu klik “Hitung”. Kamu akan melihat angka tagihan yang harus dibayar.

Jika kamu ingin melihat rincian biayanya, klik “Detail Biaya”. Website tersebut akan secara otomatis akan menampilkan rincian tagihan listrik kamu.

Melalui layanan simulasi ini, maka bagi kamu yang belum menggunakan layanan listrik dari PT PLN bisa memilih daya yang sesuai dengan alokasi dana yang telah disiapkan. Kemudian, bagi kamu yang sudah menggunakan jasa listrik PT PLN sekarang sudah bisa memperkirakan berapa besar tagihan listrik yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Layanan Pelanggan Lain yang Disediakan PT PLN

PT PLN juga menyediakan beberapa saluran customer service yang bisa kamu akses lewat media sosial, email, dan telepon.

Layanan pelanggan PLN:
•    Telepon : 123
•    Twitter : @pln_123
•    Facebook : PLN 123
•    Email : pln123@pln.co.id

Layanan-layanan tersebut bisa kamu akses kapan pun, serta dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan, kritik, maupun keluhan.

Sedangkan bagi kamu yang memerlukan bantuan online lain seperti penambahan daya atau pemasangan listrik sementara, kamu dapat mengakses layanan online PLN.

Berdasarkan pembahasan tersebut, bisa dibilang mengecek tagihan listrik bulanan sebenarnya tidaklah rumit dan bisa menggunakan berbagai cara sesuai keinginan kamu. Karena itu, sudah seharusnya pembayaran tagihan listrik bulanan pun bisa berjalan lancar.