Pertama kali berkembang sejak awal tahun 2017, halo jasa kini mengubah konsep dan model layanan nya. Pada awal pendirian nya, halo jasa merupakan sebuah marketplace yang mengumpulkan berbagai jenis layanan jasa pada satu wadah. Namun kini, seiring berkembangnya zaman dan perubahan dinamika pasar dan kebutuhan konsumen, mereka mengubah model bisnis nya menjadi aplikasi On-Demand. Pada konsep baru bisnis halo jasa ini, mereka berfokus pada empat kategori layanan, yakni Halo Auto (Jasa cuci mobil dan motor), Halo Clean (Jasa cleaning service), Halo Fix (Jasa service AC dan bongkar pasang), serta Halo Massage (Jasa pijat reflexology).

Hengky Budiman, selaku CEO dari halo jasa mengatakan, format services marketplace yang sebelumnya dikembangkan oleh halo jasa berimbas pada besar nya biaya pemasaran dan cukup beresiko bagi pertumbuhan perusahaan. Hingga akhirnya pada April 2019 tahun kemarin, Hengky Budiman beserta tim bertemu dengan para investor dan stakeholder yang tergabung dalam pendaan awal yakni Konimex Multitechnologies, pada pertemuan tersebut mereka menyepakati untuk memfokuskan layanan dan produk merek, serta menghapus konsep services marketplace menjadi aplikasi on-demand dengan berbasis services e-commerce. Hingga periode 2019 akhir tim halo jasa berhasil membangun sistem aplikasi terbaru dan mulai merilis aplikasi terbarunya pada awal tahun 2020.

“Intinya, kami berorentasi untuk menciptakan solusi dan meningkatkan kesejahteraan bagi kaum pekerja informal sehingga dapat menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan. Saya yakin menciptakan sebuah dampak sosial bagi banyak orang merupakan hal yang luar biasa yang ingin kita rasakan bersama-sama.” Hengky juga menambahkan “kami yakin bahwa permintaan pasar sudah ter-edukasi dengan baik dengan hadirnya layanan services e-commerce berbasis aplikasi, walaupun saat ini kami bukan dominan player, kami yakin dalam beberapa tahun kedepan kami optimis akan memberikan inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat urban dan dapat bersaing serta memiliki peluang untuk menjadi pemimpin pasar,”

Seperti yang dijelaskan diawal, halo jasa merampingkan model bisnis nya dan kini berfokus pada empat kategori layanan saja. Semua produk ini memiliki nama produk nya masing-masing,  Halo Clean untuk layanan jasa cleaning service, pembersihan rumah, apartemen, kantor, atau indekos. Kemudian Halo Auto, jasa cuci mobil dan motor serta perawatan kendaraan. Halo Fix, jasa service AC, bongkar-pasang dan perawatan, serta Halo Massage, jasa pijat reflexology dan kebugaran tubuh.

Perubahan konsep bisnis halo jasa ini diharapkan dapat membuat halo jasa mampu bersaing dan optimis dapat meraih market share dominan di sektor jasa on-demand ini. Meski sektor jasa serupa juga dikembangkan oleh perusahaan besar lain seperti Gojek dengan produk nya GoLife, Hengky mengatakan bahwa belum ada dominasi pada sektor industri ini, yang menjadikan potensi menjadi pimpinan pada pasar jasa on-demand ini masih besar.

Menurut Hengky, setelah wabah pandemi berakhir, aktifitas normal akan memberikan dampak dan berubah total yang juga memberikan efek pada global ekonomi. Akan terjadi perubahan perilaku masyarakat modern. Hal ini dimanfaatkan halo jasa sebagai peluang dan kesempatan untuk mengembangkan permintaan akan layanan jasa berbasis digital.

“Dengan adanya ceruk pasar peluang yang masih terbuka lebar, saya yakin ini akan menjadi kompetisi yang menarik agar seluruh pemain berusaha memberikan layanan dan menjadi yang terbaik. Kami yakin orientasi terhadap solusi dan nilai-nilai terbaru yang kami tawarkan selalu mengedepankan kepentingan kedua belah pihak antar pengguna kami dan juga vendor mitra yang bekerjasama dengan kami,” ujar Hengky

Demi mendukung persaingan bisnis yang sehat serta menjadi pimpinan pasar di sektor jasa ini, halo jasa kini mengembangkan beberapa fitur untuk mendongkrak pertumbuhan bisnisnya, di antaranya fitur matchmaking, sebuah fitur yang mampu membantu konsumen mendapatkan vendor terdekat dari lokasi dan radius pesan nya. Halo jasa juga bekerjasama dengan beberapa otoritas penyedia jasa keuangan berbasis online (Electronic Money) untuk menunjang kemudahan dan fleksibilitas pembayaran pada produk mereka.